Jakarta(Indoagribiz). Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya, Kementerian Kelautan dan Perikanan mengingatkan para pembudidaya untuk meningkatkan kewaspadaan akan bahaya penyakit Tilapia Lake Virus (TiLV). Virus tersebut mengancam ikan jenis tilapia (nila dan mujair) baik yang dibudidayakan maupun di perairan umum.

Dirjen Perikanan Budidaya KKP Slamet Soebijakto mengungkapkan, saat ini cukup banyak negara yang sudah terjangkit, seperti Israel, Ekuador, Mesir dan Kolombia. Di kawasan Asia Tenggara, Thailand dilaporkan telah terjangkit penyakit ini.

“Dengan peringatan ini diharapkan penyakit TiLV dapat dicegah masuk ke Indonesia. Kami akan terus memonitor dan mencermati perkembangan penyebaran penyakit TiLV yang sudah mulai mendekat ke Indonesia,” ujar Slamet dalam siaran persnya yang dikirimkan kepada Indoagribiz.com.

Menurut Slamet, berbagai langkah pencegahan telah dilakukan oleh pemerintah. Langkah-langkah yang diambil di antaranya, pertama, melakukan pengetatan terhadap impor induk, calon induk maupun benih ikan tilapia dari luar negeri khususnya dari negara – negara yang sudah terjangkit penyakit TiLV.

Kedua, mengingatkan dan terus mendorong para pembudidaya agar menerapkan prinsip – prinsip cara pembenihan maupun cara budidaya ikan yang baik dengan disiplin dan ketat.

Ketiga, meminta seluruh Unit Pelaksana Teknis (UPT) lingkup DJPB dan Dinas Perikanan Provinsi/Kabupaten/Kota melakukan surveilan serta monitoring penyakit TiLV.

Keempat, untuk sementara tidak melakukan kegiatan penebaran benih Tilapia di perairan umum.

Penyakit TiLV pertama kali dilaporkan menyerang ikan jenis tilapia yang ada di danau Kinneret (sea of Galilee) dan ikan budidaya di Israel pada tahun 2009. Beberapa tahun kemudian dilaporakan ikan tilapia di Ekuador juga mengalami kematian massal dan diketahui bahwa ikan – ikan tersebut juga telah terjangkit penyakit TiLV.

Penyakit ini disebabkan oleh serangan Orthomyxo-like virus. Di Israel virus ini diketahui menyebabkan kerusakan otak dan sistem syaraf sedangkan di Ekuador menyebabkan kerusakan hati ikan.

Ciri-ciri ikan yang terserang TiLV, yaitu seluruh atau sebagian besar tubuh ikan terlihat berwarna hitam, bola mata membengkak, kornea mata menyusut dan cekung ke dalam, kulit mengalami erosi, dan jika dilihat pada bagian anatomi, rongga perut terlihat membengkak.

Jika sudah terjadi demikian, maka akan terjadi kematian massal ikan. Prosentase kematian ikan dalam suatu tempat budidaya akibat virus ini mencapai 80-100%. Di negara asal, virus ini telah menyebabkan hancurnya budidaya tilapia yang menjadi salah satu komoditas andalan usaha bagi masyarakat setempat.