Usaha Ikan Hias Kian Tumbuh di Masa Pandemi

Jakarta (Indoagribiz). Para pelaku usaha ikan hias bolehlah sedikit lega. Mengingat, usaha ikan hias di tengah pandemi Covid-19 masih terus berkembang dan pasarnya pun terbuka lebar. Apalagi, setelah diresmikannya Pusat Koi dan Maskoki Nusantara di Raiser Ikan Hias Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat oleh Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono pada akhir pekan lalu, usaha ikan hias makin mendapat tempat di masyarakat.

Guna mengembangkan usaha ikan hias di masyarakat, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Ditjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP) memberikan bekal manajemen bagi pelaku usaha ikan hias skala mikro kecil untuk memperkuat program yang sudah ada. Khususnya bagi pelaku usaha kecil yang beroperasi di wilayah Depok dan Bogor.

Dirjen PDSPKP, Artati Widiarti mengatakan, ke depan bisnis ikan hias menjadi salah satu solusi yang dapat ditawarkan juga untuk mengatasi bonus demografi. Namun demikan, usaha ini harus didesain menjadi usaha yang besar dan memiliki nilai ekonomis yang tinggi.

“ Oleh karenanya, para pelaku harus dibekali dengan kemampuan manajerial usaha yang mumpuni,” ujar Artati Widiarti, dalam siaran persnya, di Jakarta, Jumat (12/3).

Dikatakan, pelaku usaha ikan hias selama ini berhasil memanfaatkan masa-masa di rumah saja sebagai peluang untuk mengembangkan bisnis. Bahkan sampai membuat booming bisnis ikan hias di tanah air. “Yang awalnya memelihara ikan hias sebagai hobi, saat ini menjadi bisnis yang menggiurkan,” kata Artati.

Sementara itu, Direktur Usaha dan Investasi, Ditjen PDSPKP, Catur Sarwanto  mengatakan, dalam bimbingan teknis (bimtek) manajemen usaha ini, menghadirkan pelaku usaha ikan hias yang berhasil, lembaga pembiayaan dan tim Go UKM, agar mampu membangkitkan pelaku usaha mengembangkan usahanya. Bimbingan teknis ini penting diikuti pelaku usaha ikan hias khususnya yang baru memulai.

Tujuan bimtek ini, lanjut Catur, agar mereka memiliki gambaran dalam mengembangkan bisnis ikan hias yang digeluti. Baik dari sisi manajemen, perizinan usaha, pembiayaan, juga konsep promosi yang menarik dan kekinian. Bahkan melalui bimtek ini menjadi peluang bagi pelaku usaha ikan hias dalam  memperluas jaringan pasar

Muyke Febriana, pelaku usaha ikan hias Minaqu yang telah berhasil melakukan ekspor ke Amerika dan Maladewa, meyakinkan peserta bahwa usaha ikan hias sangat menjanjikan. Namun dalam pengembangan usahanya dibutuhkan ketekunan mulai pembudidayaan, penanganan hingga pemasaran.

Menurut Muyke, untuk mencapai tahap ekspor dibutuhkan beragam upaya dari pelaku usaha dalam mencari pasar potensial. Komoditas ekspor ikan dan tanaman hias dari Indonesia sangat beragam jenisnya sehingga membuka peluang bagi para pelaku usaha dapat mengembangkan pasarnya di luar negeri.

“Bagi pelaku usaha yang berminat untuk melakukan ekspor, Minaqu bersedia bekerjasama dalam fasilitasi proses ekspor namun yang terpenting adalah sudah memiliki pasar yang jelas,” tawar Muyke.

Pastinya, pelaku usaha ikan hias tak perlu ragu dalam pembiayaan usaha. Ada Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang memberikan pembiayaan usaha kepada individu dan atau kelompok dengan bunga cukup rendah yakni 6% per tahun. Selain itu, KKP melalui Badan Layanan Umum Lembaga Pengelola Modal Usaha Kelautan dan Perikanan (BLU LPMUKP) juga memberikan akses pinjaman modal dengan bunga 3% per tahun.

“Saat ini, LPMUKP telah menyediakan layanan pendamping di 236 lokasi tersebar di 357 kabupaten/kota. Semoga jangkauan lokasi  layanan bisa diperluas lagi,” ujar Direktur Badan Layanan Usaha Lembaga Pengelola Modal Usaha Kelautan dan Perikanan (BLU LPMUKP), Syarif Syahrial.

Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono sebelumnya melihat langsung kondisi Raiser Ikan Hias di Cibinong.  Menteri Trenggono pun mendukung penuh majunya industri ikan hias dalam negeri bahkan meminta timnya di KKP untuk mempermudah pelaku usaha dalam hal pengembangan maupun melakukan ekspor. Hal lain yang tak kalah penting katanya, konsep keberlanjutan dalam pengelolaan ikan hias tetap harus diutamakan.

Data KKP menyebutkan,  ekspor ikan hias Indonesia senilai USD 33 juta pada 2019, meningkat signifikan dari tahun 2012 sebesar USD 21 juta. Nilai ekspor ikan hias Indonesia tahun 2019 ini merupakan 10,5% dari pasar ikan hias dunia. Hal ini membuat Indonesia tak pernah absen menjadi 5 besar negara pengekspor ikan hias sejak 2010 dan menjadi yang terbesar di dunia pada tahun 2018.

Komoditas ikan hias ekspor Indonesia antara lain adalah napoleon wrasse, arwana, cupang hias, dan maskoki. Sedangkan negara tujuan utama ekspor ikan hias Indonesia adalah China, Amerika, Rusia, Kanada, dan Singapura. (ind)