Dirjen Hortikultura Spudnik Sujono.

INDOAGRIBIZ–Setelah dua puluh tahun ditinggalkan, kini pemerintah kembali mendorong para petani untuk menanam bawang putih. Kebijakan ini dilatari oleh semakin mahalnya harga bawang putih di pasaran, sementara di sisi lain kebutuhan bawang putih nasional masih didapatkan dari hasil impor.

Dirjen Hortikultura, Kementerian Pertanian, Spudnik Sujono kepada wartawan mengatakan, rentang 20 tahun itu tentunya bukan waktu yang sebentar bagi para petani untuk kembali mampu menanam bawang putih. Untuk itu, pemerintah perlu melakukan pendidikan dan pelatihn bagi para petani untuk kembali menanam bawang putih.

“Ada beberapa daerah potensial untuk ditanami bawang putih sepeti Solok, Sumatera Barat dan Bantaeng, Sulawesi Selatan, namun karena selama 20 tahun berhenti, masyarakat tidak akan mampu melakukan tanam tanpa ada dukungan dari pemerintah, baik dari sisi pelatihan maupun anggaran,” ujar Spudnik di kantornya, Selasa (27/2/18).

Menurut Spudnik, anggaran Ditjen Hortikultura yang Rp 1,3 tiliun pada tahun 2018 sebagiannya akan dialokasikan untuk mendorong penanaman bawang putih. Diharapkan dari 400 ribu ton per tahun kebutuhan bawang putih yang didapat dari impor, sebanyak 24 persen dapat dikurangi.

Saat ini kebutuhan bawang putih nasional sebear 500 ribu ton. Untuk menutupi kebutuhan tersebut, pemerintah menurut Spudnik, siap melakukan tanam bawang putih pada lahan 26.000 hektar. Menurut hasil penelitian Balitbang Pertanian, ada sekitar 394 ribu hektar lahan potensial untuk ditanami bawang putih, namun potensi eksisting 2000 hektar.

Sementara itu Direktur Sayuran dan Tanaman Obat, Ditjen Hortikultura, Prihasto Setyanto menambahkan, target tahun 2018 penanaman bawang putih seluas 26.000 hektar dengan rincian 5000 hektar adari importir dan 7.150 hektar dari APBN, sisanya dari swadaya masyarakat. Khusus dari importir, saat ini sudah ada 37 perusahaan impotir yang sudah komitmen menanam ada 5 perusahaan importir yang sudah melakukan tanam.

“Tapi kami optimis ke depan kita bisa swsembada bawang putih, seperti dikatakan Pak Dirjen, kita harus bisa kerja  keras supaya tahun 2019 sesuai permintaan Pak Menteri kita sudah bisa swasembada bawang putih pada tahun 2019,” ujar Prihasto, yang dipanggil Anton ini. [nss]