Tahun Ini,  Kementan Targetkan PSR  Seluas 180 Ribu Hektar

Jakarta (Indoagribiz).  Kementerian Pertanian (Kementan) komitmen untuk melakukan peremajaan sawit rakyat (PSR) pada tahun ini. Ditargetkan,  PSR terhadap kebun petani yang sudah tua pada tahun 2021 seluas 180 ribu hektar (ha). Luasan kebun yang direplanting tersebut  sama dengan target 2020 maupun pada 2022 mendatang, yakni sebesar 180 ribu ha. Sedangkan potensi peremajaan sawit rakyat kurang lebih seluas 2,78 juta ha.

Direktur Jenderal Perkebunan Kementan, Kasdi Subagyono mengatakan, peremajaan sawit perlu dilakukan mengingat total luasan sawit saat ini mencapai 16,38 juta ha yang tersebar di setiap provinsi wilayah barat Indonesia, termasuk juga Papua. Adapun total luasan sawit rakyat saat ini mencapai 6,94 juta ha.

“Potensi PSR (Peremajaan Sawit Rakyat) 2,78 juta hektar, sebarannya dominan ada di wilayah Sumatera dan Kalimantan. Kenapa? karena di sana kebun sawit kita pertama kali dibangun,” kata Kasdi dalam rapat dengan pendapat bersama Komisi IV DPR RI dan Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS), di Jakarta, Kamis (1/4).

Kasdi mengungkapkan, untuk melakukan replanting  diperlukan bimbingan teknis (bimtek) dan sosialisasi ke pekebun (petani) sawit, agar terjadi pemerataan di lokasi sentra sawit. Melalui PSR ini, ke depan diharapkan produksi sawit nasional mengalami tren peningkatan.

“Saya setuju dengan bapak-bapak di Komisi IV agar sosialisasi ini melibatkan banyak pihak. Artinya peningkatan kapasitas melalui bimtek, jadi tidak berhenti di sosialisasi. apalagi setiap bulan, kami ada 2 workshop untuk menjemput berkas, dimana kepala dinas juga kami libatkan,” kata Kasdi.

Sementera itu, Direktur Utama BPDPKS, Eddy Abdurrachman mengatakan, selama ini pihaknya terus mendukung perkembangan sawit nasional. Dukungan itu bahkan sudah dipertegas dengan hadirnya Perpres 61/2015 jo Perpres no 66/2018 yang meliputi kemampuan menghimpun, mengelola dan menyalurkan dana.

” Dalam hal penyaluran dana kita harus patuh pada rekomendasi Ditjenbun Kementan, dan usulan dari petani maupun gapoktan. Kita berharap persawitan kita mengalami perkembangan yang makin baik,” katanya.

Anggota Komisi IV DPR RI, Sutrisno mengapresiasi kemajuan sawit nasional yang selama ini mampu menguatkan posisi sawit Indonesia di pasar dunia. “Saya memberi apresiasi tentang kemajuan sawit yang akhirnya kita menguasai dunia,” katanya.

Sebagai informasi, rapat ini menghasilkan beberapa poin kesimpulan penting sebagai dokumen negara yang akan dilaksanakan, diantaranya meminta BPDPKS segera merealisasikan penyaluran dana peremajaan kelapa sawit kepada petani, meminta pemerintah agar segera mempertimbangkan penunjukan kelembagaan, yang dinilai memiliki kapasitas memadai, seperti asosiasi bidang perkelapasawitan untuk pendampingan petani calon peserta peremajaan.

Komisi IV DPR RI juga meminta BPDPKS segera melakukan koordinasi dan konsultasi dalam pengalokasian anggaran dan penguatan ekspor. Komisi IV DPR RI juga  meminta Kementan dan BPDPKS melakukan sosilaisasi di dapil masing-masing anggota Komisi IV DPR RI dengan melibatkan petani dan penyuluh. (ind)