Jepara (IndoAgribiz).Balai Besar Perikanan Budidaya Air Payau (BBPBAP) Jepara berhasil kembangkan udang jenis baru, Penaeus merguensis atau yang lebih dikenal dengan nama lokal udang putih. Dalam bisnis budidaya perudangan nasional, jenis udang marguensis ini tergolong baru dan merupakan jenis udang asli Indonesia.

Direktur Jenderal Perikanan Budidaya, Slamet Soebjakto, mengungkapkan, bahwa udang merguensis merupakan udang asli Indonesia yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan. Menurutnya BBPBAP Jepara akan mulai menginisiasi pengembangan jenis ini. “Kita akan angkat udang merguensis ini sebagai kandidat baru dalam bisnis perudangan nasional. Apalagi ini merupakan udang asli Indonesia, sehingga kita punya tanggung jawab untuk mempertahankan keragaman jenis udang lokal Indonesia,” ungkap Slamet dalam keterangan persnya di Jepara, Selasa (22/5).

Lanjutnya, bahwa ketersediaan induk hampir tersedia di seluruh wilayah perairan Indonesia, sehingga memudahkan untuk pengembangan komoditas ini. Siklus reproduksi udang putih ini juga relatif singkat dibandingkan dengan udang windu dan bahkan umur 6 bulan atau pada ukuran berat 30-40 gra, telah dapat dijadikan induk, sedangkan udang windu membutuhkan waktu sekitar 1,5 tahun.

Keunggulan lain dari udang merguensis ini, adalah pertumbuhan yang relatif baik dengan mengandalkan kadar protein pakan yang rendah yaitu pada kisaran 24-28% dan lebih banyak memanfaatkan detritus, sehingga secara otomatis biaya produksi usaha akan lebih efisien. Lebih tahan terhadap penyakit dan disamping tentunya cita rasa dikenal lebih enak dibanding udang vannamei.