Socfindo  Siapkan 1,2 Juta Bibit Siap Salur untuk PSR

Medan (Indoagribiz).  Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) akan terus dilakukan Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Ditjen Perkebunan pada 2021. Guna mengimplementasikan PSR sampai ke tingkat petani (pekebun), PT Socfin Indonesia (Socfindo) akan meningkatkan produksi bibit siap salur untuk kebutuhan PSR  sebanyak 1,2 juta pada 2021.

Head of Socfindo Seed Production & Labs (SSPL) Indra Syahputra menyebutkan perusahaan akan menyediakan sedikitnya 1,2 juta bibit siap salur untuk mendukung program PSR pada 2021. Persiapan pencetakan bibit siap salur tersebut, meningkat hingga 140% dibanding tahun lalu yang banyaknya sekitar 500.000 bibit.

“Kenaikan produksi bibit siap salur untuk PSR kita sangat banyak, 140%. Mungkin kalau bisa lebih, nanti bisa kita lebihkan. Ini target minimum,”  kata  Indra, dalam siaran pers, di Medan, Senin (18/1).

Menurutnya, untuk dapat memenuhi target tersebut, Socfindo akan memanfaatkan areal perkebunan karet miliknya yang akan menjalani replanting sebagai lokasi pembibitan bibit siap salur PSR.

Indra juga mengatakan,  peningkatan kuota produksi bibit siap salur untuk program PSR ini merupakan bentuk dukungan perusahaan bagi program pemerintah. Hal tersebut diharapkan bisa membantu para petani rakyat meremajakan sawit berusia tua dan tidak produktif pada kebun mereka.

PSR ini menargetkan peremajaan 180.000 hektar (ha) kebun sawit rakyat setiap tahunnya. Untuk itu, dibutuhkan hingga 36 juta bibit sawit guna memenuhi kebutuhan replanting tersebut.

“Itu (target PSR)  180.000 ha per tahun. Berarti itu butuh 36 juta bibit,” ujarnya.

Di samping itu, dengan ikut ambil bagian, Socfindo juga berharap para petani bisa menggunakan bibit berkualitas dengan produktivitas tinggi dan tidak lagi mendapatkan bibit atau benih palsu.

Indra juga berharap, dengan memanfaatkan bibit berkualitas, produksi sawit para petani bisa meningkat tanpa harus melakukan perluasan lahan, sehingga petani bisa lebih sejahtera.

“ Kami  juga mengapresiasi upaya pemerintah yang telah menyederhanakan persyaratan pengusulan PSR sehingga bisa memudahkan petani dan juga produsen benih/bibit untuk mendapatkan atau menyalurkan bibit kelapa sawit unggul,” katanya.

Selain itu, Socfindo juga berencana akan memproduksi 11 juta benih sawit (kecambah) sepanjang 2021 atau meningkat sebesar 30% dibanding produksi tahun lalu.

Tak hanya untuk ketersediaan benih, Socfindo juga melakukan kontribusi lain bagi kesuksesan PSR. Perusahaan memberikan bantuan berupa standarisasi prosedur dan bimbingan kepada para petani sawit dalam melakukan perawatan tanaman kelapa sawit sesuai standard Socfindo, sehingga dicapai produksi seperti yang diharapkan. (ind)