Dosen IPB: Sektor Pertanian Tumbuh 2,19 Persen di Tengah Pandemi
Jakarta – Dosen IPB University dari Departemen Agribisnis, Fakultas
Ekonomi dan Manajemen Dr Bayu Krisnamurthi menyebutkan sektor
pertanian tumbuh positif sebesar 2,19 persen di tengah pandemi
COVID-19 melanda Tanah Air.
“Meskipun terjadi krisis ekonomi akibat pandemi, sektor pertanian
tumbuh positif sebesar 2,19 persen pada kuartal II 2020,” kata dia
melalui keterangan tertulis diterima di Jakarta, Rabu (21/10).
Sosok yang pernah menjabat sebagai Wakil Menteri Perdagangan RI dan
Wakil Menteri Pertanian RI ini mengatakan peningkatan kontribusi
pertanian itu bukan karena penanganan strategis pemerintah pada sektor
tersebut, namun sebab adanya keterlambatan panen di Indonesia.
Tercatat pada April, Indonesia mengalami masa panen padi dan tebu
secara besar-besaran. Kemudian ditambah pula dengan harga sawit dunia
yang mengalami kenaikan sehingga sektor pertanian tumbuh positif.
Secara umum, krisis akibat COVID-19 yang sudah berjalan selama tujuh
bulan ini sebenarnya hanya sedikit memengaruhi sektor pertanian karena
bisnis pertanian pada hakikatnya berlangsung jangka panjang.
Menurutnya, bisnis pertanian berkelanjutan menjadi langkah tepat yang
diambil oleh masyarakat sebab roda perekonomian tidak bergantung pada
dana pemerintah, melainkan dari masyarakat itu sendiri.
“Pemerintah hanya memegang 15 persen dari keseluruhan ekonomi dan 85
persen yang memegang itu masyarakat,” ujar dia.
Di sisi lain, ia menilai kepedulian mahasiswa terhadap petani dapat
diwujudkan dengan mengembangkan suatu bisnis yang dapat menjembatani
antara petani dan sektor bisnis.
Hal itu, kata dia, tentunya juga dapat melalui sektor bisnis yang
lebih terbarukan dengan aspek teknologi mumpuni dan digitalisasi.
Bahkan, ia berharap terdapat wadah bagi mahasiswa yang aktif untuk
berdiskusi mengenai beragam isu pertanian di tengah pandemi, salah
satunya melalui Rumah Diskusi Himpunan Profesi Mahasiswa Agribisnis
(HIPMA) IPB University.