Jakarta – Pertumbuhan Ekonomi RI pada Kuartal I 2017 mencapai 5,01% dari sebelumnya pada periode yang sama di tahun sebelumnya, yaitu sebesar 4,92%. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), sektor pertanian merupakan sektor kedua yang paling berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi, setelah industri pengolahan.

Bila dilihat dari penciptaan sumber pertumbuhan ekonomi Indonesia triwulan I-2017, industri pengolahan memiliki sumber pertumbuhan tertinggi sebesar 0,9% dan diikuti sektor pertanian sebesar 0,9%. Kemudian dilanjutkan oleh perdagangan besar-eceran, reparasi mobil-sepeda motor sebesar 0,64%, dan kontruksi sebesar 0,61%.

Menurut Kepala BPS Suhariyanto, sektor pertanianā€Ž mengalami pertumbuhan signifikan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.”Seluruh sub sektor pertanian naik, kecuali hortikultura, paling tinggi tanaman pangan sebesar 12,96 persen (pertumbuhannya),” jelas Suhariyanto dikutip dari laman resmi Kementerian Pertanian, Senin (8/5).

Meningkatnya kontribusi sektor pertanian terhadap pertumbuhan ekonomi tidak terlepas dari upaya pemerintah untuk terus mendorong peningkatan produksi pangan, terutama pada komoditasĀ strategis. Upaya tersebut dilakukan diantaranya melalui peningkatan luas tambah tanam (LTT) serta pemberian berbagai bantuan prasarana dan sarana pertanian.

Untuk komoditas beras misalnya, Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman mengatakan, hingga September 2017, Kementerian Pertanian menargetkan peningkatan luas tambah tanam padi menjadi 7 juta hektare (ha). Luas tambah tanam tersebut dilakukan pada 17 provinsi yang menjadi daerah penghasil beras.

Pada Januari – Maret 2017, produksi beras nasional telah mencapai 16 juta ton. Pada akhir tahun 2017, diharapkan produksi beras bisa mencapai 49 juta ton atau setara produksi padi 85 juta ton