Sekolah Vokasi Dorong Siswanya Jadi Wirausaha Muda

Serang (Indoagribiz). Sekolah vokasi yang berada di bawah naungan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP)  menargetkan 10 persen lulusannya menjadi wirausaha muda. Bahkan, satuan pendidkan kelautan dan perikan di bawah binaan Pusat Pendidikan KP, Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BRSDM) KKP, dituntut untuk menerapkan program kewirausahaan yang terstruktur.

Kepala Pusat Pendidikan KP, Bambang Suprakto, mewakili Kepala BRSDM, dalam sambutannya mengatakan, dalam mencetak generasi muda untuk menjadi seorang wirausaha, yang utama adalah passion yang dimilikinya.  Guna mewujudkan hal tersebut, seluruh satuan pendidikan KP dituntut untuk dapat menerapkan strategi pendidikan, dengan melaksanakan program kewirausahaan yang terstruktur dari semester awal sampai semester akhir melalui kokurikuler ataupun extrakurikuler.

“Dengan sistem vokasi serta pendekatan teaching factory yang menggunakan porsi praktik yang lebih besar daripada teori, lulusan yang dihasilkan tidak hanya berupa praktisi pekerja, tetapi juga wirausaha. Kami juga tidak hanya mengajarkan teknis di lapangan tetapi juga manajemennya,”  kata  Bambang, di Jakarta, Rabu (3/2).

Menurut Bambang, seluruh satuan pendidikan dan peserta didik juga dituntut untuk memiliki network dengan mitra yang mendukung penciptaan wirausaha muda. Kemudian, memetakan potensi bisnis dari hulu ke hilir bidang kelautan dan perikanan, serta membentuk karakter wirausaha fight melalui kompetisi-kompetisi yang dilakukan atau di luar satuan pendidikan KP.

Bambang juga mengatakan, dalam rangka pengembangan SDM dengan mempersiapkan lulusan untuk dapat diserap oleh dunia usaha dan industri maupun berwirausaha sendiri, BRSDM melakukan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama dengan berbagai pihak.

“ Sesuai arahan Menteri KP, Sakti Wahyu Trenggono, kami juga akan meningkatkan persentasi jumlah penerimaan peserta didik, dari semula 50 persen, menjadi 75 persen peruntukkannya bagi anak pelaku utama (pembudidaya, penangkap, pengolah ikan, dan petambak garam) yang kurang mampu,” paparnya.

Sementara itu, Direktur Politeknik AUP, Ilham mengatakan, Program Kewirausahaan Taruna di Politeknik AUP sudah berjalan sejak  2018. Program ini telah menghasilkan berbagai produk, baik produk pengolahan, budidaya, penangkapan dan mesin, dan pengolahan sumber daya. Program kewirausahaan dimaksudkan sebagai salah satu upaya memberi bekal kepada peserta didik agar dapat memahami konsep kewirausahaan, memiliki karakter wirausaha, mampu memanfaatkan peluang, dan mendapatkan pengalaman langsung berwirausaha, serta terbentuknya lingkungan sekolah yang berwawasan kewirausahaan.

Dikatakan, salah satu produk inovasi adalah LSA Bacteria yang akan diinkubasi di Unit Inkubator Politeknik AUP sebelum mereka bisa mandiri. LSA Bacteria mempunyai keunggulan  meningkatkan nutrisi pakan sampai dengan 10 persen.

LSA Bacteria juga mampu mengoptimalkan kecernaan dan kesehatan udang, meningkatkan pertumbuhan dan memperbesar persentase kelangsungan hidup biota, dan mampu meningkat produksi sampai 3 ton per Ha, sebagai awal kegiatan usaha untuk  proses dukungan bisnis keberhasilan pengembangan start-up.

“  Inovasi teknologi dalam menunjang produktivitas akuakultur adalah hal yang perlu kita dorong bersama,” ujar Ilham.

Dalam kesempatan tersebut, Kapusdik KP bersama Anggota Komisi IV DPR RI ,  Kepala Pusat Pelatihan dan Penyuluhan KP, Direktur Politeknik AUP, beserta rombongan, turut  melaksanakan  panen udang vaname di tambak busmetik Politeknik AUP Kampus Serang. Total udang  yang dipanen mencapai 3 ton di dua tambak.

Sedangkan luas per tambak 600 m2, ukuran panen 38-46 per kg, dan masa pemeliharaan 100 hari. Kegiatan ini merupakan hasil praktik sekaligus aksi nyata taruna/i dari skema pembelajaran berbasis teaching factory.

Anggota Komisi IV DPR RI, Nur’aeni, yang hadir meresmikan Pusat Inkubasi Bisnis Politeknik AUP, menyatakan apresiasinya atas  kegiatan tersebut. Pihaknya melihat bahwa pangsa pasar budidaya perikanan, khususnya udang masih terbuka lebar. “Peluang yang ada harus diambil oleh satuan pendidikan KP untuk mencetak wirausahawan muda dalam meningkatkan produksi udang,” kata Nur’ aeni.

Menurut Nur’aeni, sektor perikanan khususnya udang, merupakan sektor yang dapat meningkatkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Adanya dukungan dari BRSDM KKP untuk menghasilkan inovasi di bidang perikanan dalam membantu peningkatan udang nasional.

“Dengan kehadiran AUP di Kota Serang, diharapkan dapat mencetak generasi muda yang kompeten. Butuh dukungan dari seluruh pihak untuk mewujudkan hal tersebut, khususnya pada peningkatan sarana dan prasarana. Saya berharap hal ini dapat didukung pemerintah daerah setempat,” kata  Nur’aeni.

Pada 2021, KKP memiliki target produksi perikanan budidaya sekitar 19,47 juta ton yang terdiri dari ikan sebesar 7,92 juta ton dan rumput laut 11,55 juta ton. Target tersebut  naik 1,03 juta ton dari target produksi tahun 2020 sebanyak 18,44 juta ton. Diharapkan, tumbuhnya wirausahawan di bidang budidaya perikanan dapat mewujudkan program unggulan KKP yaitu peningkatan produksi udang untuk kesejahteraan masyarakat. (ind)