Sumber Daya Genetik Pertanian Harus Dikembangkan Secara Berkelanjutan
Jakarta – Indonesia memiliki potensi sumber daya genetik (SDG)
pertanian melimpah, yang kekayaan SDG tersebut akan bernilai ekonomi
tinggi, jika dikembangkan secara intensif dan berkelanjutan, ujar
Ketua Komisi Nasional Sumber Daya Genetik Pertanian Fadjry Djufry.
“SDG pertanian harus dimanfaatkan dengan optimal, selaras dengan
perkembangan teknologi. Perlindungan terhadap kekayaan sumber daya
genetik asli Indonesia perlu diperhatikan agar tidak dimanfaatkan oleh
pihak yang tidak berhak,” kata Fadjry, yang juga Kepala Badan
Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) Kementerian
Pertanian melalui keterangan tertulis di Jakarta, Minggu (16/8).
Dalam sambutan pada web seminar “Tantangan Baru Pengelolaan Sumber
Daya Genetik Pertanian untuk Kemakmuran Bangsa”, Fadjry menyatakan
sinergi antara petani dan pemulia perlu ditingkatkan agar produk yang
dihasilkan bernilai unggul dan dapat langsung diadopsi oleh produsen
maupun petani.
“Pemanfaatan sumber daya genetik secara konvensional dapat dilakukan
melalui participatory plant breeding atau community biodiversity
management,” ujarnya.
Selain itu, tambah Fadjry, implementasi dari setiap perjanjian
internasional yang berkaitan dengan pemanfaatan/akses SDG pertanian
perlu dioptimalkan agar Indonesia mendapatkan keuntungan yang sepadan.
Begitu juga dengan pertukaran materi genetik atau dematerialisasi,
menurut dia, hal itu tidak bisa dihindari dengan pesatnya teknologi
dan keterbukaan sumber data, khususnya data genomik.
“Kita harus mampu memanfaatkan data genomik untuk memperbaiki sifat
produk pertanian. Misalnya dalam mengidentifikasi sekuen kunci yang
mengendalikan sifat penting tertentu dari tanaman, dengan bantuan
teknologi pengeditan genom tanaman dapat diperbaiki sehingga memiliki
sifat penting tersebut,” kata Fadjry.
Sementara itu Kepala Balai Besar (BB) Biogen Balibangtan Kementan
Mastur menambahkan konservasi sumber daya genetik bisa dilakukan
secara in situ di tempat habitatnya atau secara ex situ berupa kebun
raya atau bank gen.
Pemetaan komoditas-komoditas penting Indonesia juga perlu
didokumentasikan sebagai dasar riset khususnya yang berbasis
bioteknologi.
“Balitbangtan telah memiliki Pusat Genom Pertanian Indonesia yang
mencakup 12 komoditas baik tanaman, ternak, maupun mikroba. Pusat
Genom Pertanian Indonesia ini diakses oleh berbagai negara, sehingga
kita bisa memberikan kontribusi pada perkembangan ilmu pengetahuan di
dunia,” katanya.