Pupuk Kujang Pastikan Stok dan Distribusi Pupuk Aman
Indoagribiz – PT Pupuk Kujang memastikan stok pupuk bersubsidi dan
distribusinya aman untuk memenuhi kebutuhan musim tanam gadu di
wilayah Jawa Barat, Banten, dan sebagian Jawa Tengah.
Manajer Komunikasi Perusahaan PT Pupuk Kujang, Ratu Pagih dalam siaran
pers yang diterima di Karawang, Rabu (24/6), mengatakan produksi pupuk
bersubsidi dan distribusinya tidak berhenti di tengah pandemi
COVID-19.
Ia memastikan stok pupuk aman hingga dua bulan ke depan untuk memenuhi
kebutuhan musim tanam di wilayah Jawa Barat, Banten, dan sebagian Jawa
Tengah pasca-Lebaran 2020.
Hal tersebut sesuai dengan arahan Menteri BUMN yang tertuang dalam
Surat Edaran Nomor SE-1/MBU 03/2020 tentang Kewaspadaan Terhadap
Penyebaran COVID-19.
Dalam arahannya, Menteri BUMN Erick Thohir meminta PT Pupuk Indonesia
(Persero) yang merupakan holding Pupuk Kujang menjaga ketersediaan dan
penyaluran pupuk bersubsidi kepada petani.
Hingga kini stok urea untuk Jawa Barat, Banten, dan sebagian wilayah
Jawa tengah mencapai 116.781 ton. Untuk pupuk NPK stoknya mencapai
6.794 ton atau 109 persen dari ketentuan. Sedangkan pupuk organik
stoknya mencapai 8.557 ton atau 258 persen dari ketentuan.
Menurut Ratu, ketersediaan stok pupuk yang cukup banyak itu guna
mempersiapkan musim tanam yang akan berlangsung pada  April hingga
September 2020.
Untuk pencapaian realisasi penyerapan pupuk urea bersubsidi di Jabar,
Banten dan sebagian wilayah Jawa tengah hingga 25 Mei 2020 mencapai
299.839 ton. Jumlah tersebut setara dengan 58 persen dibandingkan
kebutuhan Dinas Pertanian sebanyak 515.664 ton.
Sementara itu, PT Pupuk Kujang memproduksi urea dengan kapasitas
1.140.000 ton per tahun, pupuk NPK 200.000 ton per tahun, pupuk
organik 20.000 ton per tahun.
Ratu mengimbau para distributor, pemilik kios dan karyawan produsen
pupuk untuk tetap tenang, menjaga kondisi kesehatan dan mengikuti
anjuran pencegahan penyebaran COVID-19, sehingga para petani
terlindungi.
“Dalam menghadapi situasi dan kondisi saat ini, PT Pupuk Kujang secara
aktif memonitor penyaluran pupuk bisa sampai ke tangan petani,”
katanya.
Sementara itu, sesuai ketentuan Kementerian Pertanian, produsen pupuk
diwajibkan menyimpan stok hingga kebutuhan dua minggu ke depan.
Pada praktiknya, PT Pupuk Kujang menyiapkan stok lebih, yakni
mencukupi hingga dua bulan ke depan, bahkan lebih. Hal tersebut
bertujuan untuk mencegah terjadinya kelangkaan pada saat terjadi
lonjakan permintaan di musim tanam.