Pupuk Kaltim Ekspor 5.000 Metrik Ton Amoniak ke Filipina
Jakarta – PT Pupuk Kaltim, anak usaha PT Pupuk Indonesia (Persero) mengekspor sebanyak 5.000 metrik ton (MT) amoniak produksinya ke Pelabuhan Isabel, Leyte, Filipina, Senin, menggunakan Kapal MT Salmon Mustafa, yang merupakan kapal pengangkut amoniak terbesar milik PT
Pupuk Indonesia Logistik (Pilog).
Direktur Komersil Pupuk Kaltim Gatoet Gembiro Noegroho yang melepas
ekspor dari Bontang, Kalimantan Timur, bersama Direktur Utama Pilog
Budi Asikin, menjelaskan ekspor amoniak merupakan upaya perusahaan
dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional melalui ekspor produk
berkualitas internasional, sekaligus untuk menambah devisa negara.
“Ekspor amoniak juga merupakan kebanggaan bagi Pupuk Kaltim, karena
membuktikan produk perusahaan memiliki daya saing tinggi dan diterima
pasar internasional,” kata Gatoet dalam keterangan tertulis di Jakarta, Selasa (14/7).
Ekspor kali ini yang menggunakan metode Cost and Freight (CFR), dari sebelumnya dilaksanakan secara Free on Board (FoB) sengaja dipilih untuk mengoptimalkan sinergi antara perusahaan dengan Pilog, yang juga anak usaha Pupuk Indonesia.
“Ini pertama kali Pupuk Kaltim bersinergi dengan Pilog untuk rute luar
negeri, dari sebelumnya hanya untuk pengangkutan dalam negeri. Melalui
CFR, diharapkan sinergi antar anak usaha Pupuk Indonesia terus
meningkat secara optimal,” imbuh Gatoet.
Terealisasinya penjualan ekspor amoniak dengan metode CFR, diharapkan
jadi pembuka jalan untuk kelanjutan sinergi jangka panjang antara
Pupuk Kaltim dengan Pilog, atau dengan anak usaha Pupuk Indonesia
lainnya.
Sinergi diharapkan dapat meningkatkan pertumbuhan kinerja tiap anak
perusahaan guna mendukung kinerja Pupuk Indonesia secara optimal.
Gatoet juga berharap kegiatan ekspor Pupuk Indonesia Grup dapat
mendorong komitmen BUMN untuk memacu pertumbuhan ekonomi nasional dan
Pupuk Kaltim senantiasa berupaya menghadirkan produk berkualitas agar
mampu menyasar pangsa pasar yang jauh lebih luas.
“Semoga seluruh upaya yang dilakukan mampu meningkatkan kinerja
industri pupuk nasional secara menyeluruh,” pungkas Gatoet.