Holding Perkebunan Nusantara Targetkan Produksi Gula 1 Juta Ton
Indoagribiz – Holding Perkebunan Nusantara optimistis menargetkan 1 juta
ton produksi gula selama musim giling tebu tahun ini yang dilaksanakan
oleh anak perusahaan yakni PT Perkebunan Nusantara (PTPN) gula.
Direktur Utama Holding Perkebunan Nusantara Muhammad Abdul Ghani
menjelaskan pelaksanaan giling tebu tersebut dilaksanakan sesuai
jadwal guna mendukung program pemenuhan bahan pokok gula sekaligus
menjaga stabilitas harga di masyarakat yang saat ini melebihi Harga
Eceran Tertinggi (HET) akibat persediaan stok gula yang kian menipis
di tengah kondisi pandemi COVID-19.
“Kami telah siapkan izin operasional giling dan mobilisasi aktivitas
tenaga kerja dalam pemenuhan pangan di tengah pandemi COVID-19.
Melindungi karyawan dan petani merupakan langkah yang dilakukan Grup
PTPN dalam menghadapi the new normal karena keselamatan karyawan
menjadi prioritas utama dalam keberlangsungan bisnis perseroan,” kata
Abdul Ghani dalam keterangan tertulis di Jakarta, Jumat (26/6).
Holding yang menaungi pabrik gula (PG) di Grup PTPN secara bertahap
telah memulai giling pada 30 Mei 2020 di PG Gempolkrep, Mojokerto,
Jawa Timur, kemudian dilanjutkan ke PG yang lain sesuai perencanaan
dan strategi giling.
Ghani menjelaskan total areal tanaman tebu milik PTPN (PTPN IX, X, XI,
XII, XIV, II,VII) maupun milik petani tahun ini sekitar 168.000
hektare dan diproyeksikan mampu menghasilkan tebu untuk digiling
mencapai 12,2 juta ton.
Target pencapaian produksi gula 1 juta ton dengan tingkat rendemen
pada kisaran 8 persen, bersumber dari bahan baku tebu di Jawa dengan
84 persennya berasal dari petani tebu rakyat.
Dengan demikian, PTPN Grup diharapkan dapat bersinergi dan mendukung
setiap wilayah pabrik gula untuk meningkatkan pelayanan dan memastikan
penggilingan seluruh tebu petani binaan.
Menurut Ghani, untuk mencapai target produksi gula tersebut perseroan
telah menyiapkan peralatan pabrik dengan maintenance dan investasi
peralatan, analisa pendahuluan sampel tebu dan persiapan TMA (tebang,
muat dan angkut) untuk menjamin keandalan dan efisiensi giling.
Pada kondisi normal baru, giling tebu tahun ini berbeda dengan tahun
sebelumnya. Untuk itu, kegiatan operasional dijalankan dengan protokol
kesehatan yang ketat yakni dengan memberlakukan jaga jarak aman
physical distancing, cek suhu tubuh, wajib masker dan cuci tangan guna
melindungi keselamatan karyawan pabrik gula dan kalangan petani.
Semaksimal mungkin, perseroan tetap menjaga jarak aman dengan
menghindari bergerombol dan menerapkan protokol kesehatan.
Dalam pelaksanaan tebang, muat, angkut (TMA), PTPN mengutamakan tenaga
asli daerah. Apabila pabrik gula mendatangkan tenaga kerja dari luar
daerah, pekerja harus membawa surat keterangan sehat bebas COVID-19
(nonreaktif) dan harus dipastikan surat sehat tersebut asli serta
pekerja dari luar daerah harus tinggal di asrama/barak yang
disediakan.