Profesi petani terancam punah (foto pioner)

INDOAGRIBIZ–Hasil survey yang dilakukan oleh Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) menyatakan bahwa profesi atau mata pencaharian petani Indonesia terancam “punah”. Hal tersebut karena rata-rata usia petani di Indonesia pada saat ini adalah sekitar 52 tahun dan hanya sekitar tiga persen generasi mudanya yang tertarik menjadi petani.

Untuk itu, perlu ada upaya peningkatan kesejahteraan bagi para pelaku usaha sektor pertanian guna menambah ketertarikan kalangan warga terutama pemuda untuk mau menjadi petani.

“Hasil penelitian LIPI merupakan kekuatiran kita tentang masa depan pertanian dan ketahanan pangan Indonesia ke depan,” kata Wakil Sekjen Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Dita Indah Sari dalam keterangan tertulis, Sabtu (30/9).

Dita menyatakan hal tersebut antara lain karena generasi muda yang tinggal di desa menilai kerja tani sebagai profesi yang tidak menentu penghasilannya, penuh risiko rugi namun malah berat secara fisik. Wasekjen PKB itu menilai harga jual yang sering terjun bebas membuat petani sering nombok dan akhirnya rugi.

“Apalagi biaya produksi sering naik akibat kenaikan upah tenaga kerjanya saat musim tanam dan panen, perubahan cuaca, biaya transportasi, ketersediaan lahan yang semakin menyusut,” ujarnya.

Jika kondisi itu terus dibiarkan, katanya, tidak ada anak muda mau bertani sehingga menyebabkan masa depan ketahanan pangan Indonesia mengkhawatirkan. Untuk itu, pemerintah perlu untuk mencarikan solusi terkait hal tersebut agar komoditas pangan negara ini ke depannya tidak tergantung kepada impor pangan. [MOH]