Produsen Sawit Kucurkan Rp28 Miliar Dukung Penanganan COVID-19
Jakarta – Perusahaan sawit Musim Mas Grup berkomitmen mengucurkan
bantuan senilai 2 juta dolar AS atau setara Rp28 miliar untuk membantu
penanganan pandemi COVID-19 di Tanah Air.
General Manager Corporate Affair Musim Mas Gunawan Siregar dalam
keterangan tertulis di Jakarta, Selasa (14/7) mengatakan bantuan yang
diberikan dalam bentuk sumbangan uang tunai dan bantuan barang.
Sedangkan target penerima bantuan adalah petugas layanan kesehatan
garis depan, masyarakat setempat, dan dukungan kepada pemerintah untuk
memerangi pandemi di Indonesia.
Bantuan tersebut didistribusikan kepada tujuh provinsi antara lain DKI
Jakarta, Riau, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Sumatera Selatan,
Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Barat.
Gunawan menyatakan, perusahaan menjalankan berbagai inisiatif bersama
pemerintah termasuk kontribusi untuk membangun laboratorium pengujian
COVID-19 PCR di Laboratorium Mikrobiologi Sekolah Kedokteran di
Universitas Sumatera Utara.
Selain itu memberikan bantuan kepada masyarakat setempat secara
langsung dengan menyediakan dukungan dalam bentuk barang seperti
makanan, produk kebersihan, alat pelindung diri, dan produk
disinfektan.
Di Jakarta, Musim Mas menyerahkan bantuan kepada Direktorat Jenderal
Perkebunan Kementerian Pertanian RI berupa 10 ribu sabun batang,
Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) sebanyak 20 ribu
batang sabun dan Kementerian Perdagangan berupa 5.000 liter minyak
goreng dan 20 ribu sabun sebagai dukungan pencegahan dan antisipasi
Covid-19.
Di Medan, Sumatera Utara perusahaan bekerja sama dengan Yayasan Buddha
Tzu Chi Indonesia melakukan pemberian bantuan medis berupa dana
sebesar Rp3 milyar kepada yayasan Buddha Tzu chi Indonesia di awal
April 2020.
Pada kesempatan itu Gunawan juga menyatakan perusahaan telah
menerapkan protokol kesehatan guna memastikan kelangsungan operasional
termasuk seluruh rantai pasokan dan jaringan logistik.
“Ini dalam upaya mendukung ekosistem ekonomi dan sosial negara dimana
kegiatan perusahaan berjalan. Termasuk di Indonesia, perusahaan
mendapatkan kepercayaan beroperasi untuk memenuhi kebutuhan pangan dan
non pangan masyarakat,” katanya.