PPN Tanjungpandan Akan Dijadikan Kawasan Minapolitan

Belitung (Indoagrobiz). Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Tanjungpandan, Belitung bakal dikembangkan menjadi  kawasan minapolitan. Pemerintah melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) sedang melakukan kajian dan peninjauan lokasi rencana pengembangan pelabuhan tersebut.

Peninjauan dilakukan langsung oleh Direktur Kepelabuhanan Perikanan Frits P Lesnussa bersama Ketua Umum Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Heru Dewanto, serta didampingi Bupati Belitung Sahani Saleh, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Firdaus Zamri dan Direktur PT Belitong Mandiri (BUMD) Azrul Azwar.

Menurut Frits, pengembangan kawasan pelabuhan perikanan ini nantinya akan terintegrasi. Artinya, pelabuhan ini tak hanya untuk aktivitas perikanan, namun juga pertanian dan pariwisata berbasis mina agro eco tourism.

“Penyiapan lahannya saat ini masih dalam pembahasan dan akan dibantu disiapkan oleh Bapak Bupati. Kawasan PPN Tanjungpnadan saat ini 4,93 hektar dan rencananya akan kita kembangkan hingga 20 hektar,” kata Frits, dalam siaran persnya, di Jakarta, Selasa (16/2).

Seperri diketahui, posisi geografis Kabupaten Belitung yang sangat strategis,  di Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI)1 dan di perlintasan jalur Singapura – Australia menjadi alasan PPN Tanjungpandan perlu dilakukan pengembangan. Selain itu juga karena potensi sumber daya kelautan dan perikanan yang melimpah karena berdampingan dengan Laut Natuna, Selat Karimata, Laut Jawa dan Selat Bangka.

Berdasarkan wilayah pengelolaan perikanan Negara Republik Indonesia (WPPNRI), perairan Bangka Belitung menjadi bagian dari WPPNRI 711 dan  WPPNRI 712. Total potensi perikanan mencapai 2.108.758  ton per tahun.

Sementara itu,  Bupati Belitung Sahani Saleh mengatakan,  peluang investasi di Belitung sangat besar. Untuk itu pihaknya tengah berupaya untuk menjadikan rencana ini terealisasi.

“Pertama, komitmen kami sebagai pemerintah daerah akan mengupayakan lahan terlebuh dahulu. Kami targetkan agar dapat masuk dalam proyek strategis nasional dan akan kami optimalkan,” katanya.

Sedangkan  Ketua Umum PII Heru Dewanto mengatakan,  tidak hanya perikanan tangkap yang dapat digenjot di kawasan tersebut. Perikanan budidaya, pengolahan dan ekspor, industri pertanian serta pertanian menjadi nilai jual.

” Kami akan mendukung hal ini menjadi program nasional Pemerintah Indonesia. Kontribusi pemikiran insinyur Indonesia yang sehari-hari bertugas di pemerintah, perguruan tinggi maupun sektor swasta kita kolaborasikan dalam bentuk proposal untuk menjadikan kawasan ini sebagai salah satu penopang perekonomian nasional,” pungkasnya. (ind)