Dari Balai Benih Induk Kepri, Mentan Lihat Peluang Kekuatan Ekonomi
Bintan, Kepri – Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo, (Mentan SYL)
melakukan peninjauan ke Balai Benih Induk (BBI) Dinas Ketahanan Pangan
Pertanian dan Kesehatan Hewan di Tembeling, Toapaya Kabupaten Bintan,
Provinsi Kepulauan Riau, Kamis (24/09) sekaligus melakukan penanaman
secara simbolis bibit buah mangga dan panen buah naga.
Balai Benih Induk Pertanian menurut Mentan memiliki peluang yang besar
untuk pengembangan produk pertanian khususnya di sektor hortikultura,
perkebunan. Ia menambahkan, dari lokasi ini, ke depannya bisa
diproyeksikan untuk pengembangan sektor peternakan. Terlebih, posisi
Kepri yang begitu dekat dengan negara tetangga merupakan modal
kekuatan perekonomian negara.
“Kepulauan Riau adalah bagian kekuatan-kekuatan negeri yang ada. Ini
dekat dengan Singapura dan Malaysia. Untuk itu upaya-upaya akselerasi
sektor pertanian dari hortikultura, perkebunan juga peternakan yang
ada di sini menjadi kekuatan ekonomi.” ungkap Mentan dikutip dari
laman resmi Kementerian Pertanian, Sabtu (26/9).
Untuk itu Mentan berpesan kepada Kepala BBI dan Kepala BPTP Kepulauan
Riau yang hadir untuk memperhatikan pengembangan komoditas yang
potensial yang digemari masyarakat dan wisatawan sebagai komoditas
dengan daya jual yang tinggi.
“Ini kita punya peluang luar biasa berbeda dari tempat lain. Di depan
itu ada Singapura, tempat terbuka untuk kalian. Saya kira di sini juga
tiap tahun dikunjungi turis yang banyak untuk itu harus bisa
dipersiapkan dan di dorong dari sini.” pungkas Mentan.
Di lokasi BBI ini Mentan berkesempatan secara simbolis menanam bibit
mangga varietas Garifta Gading yang memiliki buah dengan tekstur lunak
berserat kasar, rasanya manis, aromanya harum kuat, dengan produksi
rata-rata capai 64,42 Kg per pohon per-tahunnya.
Tak hanya satu kali secara simbolis Mentan menanam bibit buah mangga,
di hari ini Mentan juga berkesempatan menanam bibit Mangga varietas
Sala, kemudian melanjutkan pemetikan buah naga di lokasi yang
berdekatan dengan lahan tanam mangga.
Sementara itu, Kepala BBI, Nil Erison menyebutkan komoditas tanaman
yang ada di lokasi tanggung jawabnya memiliki koleksi tanaman
hortikultura dan perkebunan yang diambil dari balai-balai penelitian
tanaman hortikultura dan perkebunan Badan Litbang Kementan,
“Luasan kami ada sekitar 50 hektar, yang kami miliki dari produk horti
seperti mangga, durian, alpukat, dan perkebunannya kami punya kebun
pala, cengkeh, dan lada, ini dari Balitbu dan Balittro”, katanya.
Sumber foto : laman resmi Kementerian Pertanian