Dukung Gratieks, KOPITU Penetrasi Pasar Ekspor dengan Buka Platform
Indonesia Grocery di Dubai
Jakarta – Dalam rangka peningkatan ekspor nasional, Komite Pengusaha
UMKM Indonesia Bersatu (KOPITU) menggandeng Kementerian Pertanian
(Kementan), Kementerian Perdagangan (Kemendag), dan Eximbank Indonesia
untuk mengakses KUR bagi UKM dan petani melalui Platform E-Commerce
Indonesian Grocery KOPITU.
“Platform Indonesian Grocery KOPITU dapat menjadi media e-Commerce
yang sangat baik bagi pelaku UKM dan petani untuk melakukan penetrasi
pasar luar negeri,” ujar Ketua Umum KOPITU Yoyok Pitoyo melalui
webminar, dikutip dari laman resmi Kementerian Pertanian, Kamis
(17/9).
Menurutnya, support pemerintah bagi pelaku ekonomi sangat dibutuhkan,
terutama di masa Pandemi covid-19. Hal tersebut dikarekana, untuk
menggenjot roda perekonomian, salah satunya adalah dengan ekspor
produk UKM dan produk pertanian.
“Inisiatif telah kami lakukan dan telah kami persiapkan, respon dari
pelaku UKM dan petani juga sangat antusias dan positif. Sekarang semua
kita kembalikan ke pemerintah, bagaimana peluang ini akan ditindak
lanjuti” pungkas Yoyok.
Lebih lanjut, Yoyok menyampaikan bahwa langkah ini merupakan salah
satu upaya untuk mendukung program Gerakan Tiga Kali Lipat Ekspor
Pertanian (Gratieks) yang digagas oleh Menteri Pertanian (Mentan)
Syahrul Yasin Limpo.
Untuk itu, KUR pertanian bagi para petani diharapkan dapat diakses
sebagai fasilitas petani Indonesia dalam rangka menghasilkan produk
pertanian yang unggul dan bernilai ekspor tinggi. Sedangkan KURBE bagi
pelaku UKM diharapkan dapat diakses sebagai dukungan finansial UKM
dalam rangka melaksanakan kegiatan ekspor.
Perlu diketahui, sejauh ini KOPITU telah berhasil membuka pasar ke
United Arab Emirates dan akan dilanjutkan dengan negara lain dengan
target pasar yang luas.
Sejalan dengan hal ini, Kepala Badan Karantina Pertanian (Barantan),
Ali Jamil selaku koordinator Gratieks mengapresiasi upaya penetrasi
pasar ekspor yang dilakukan.
“Kami juga siap memberi dukungan berupa bimbingan teknis pemenuhan
persyaratan teknis sanitari dan fitosanitari,” ujar Jamil.
Tidak hanya itu, layanan karantina “karpet merah” juga kami siapkan,
agar produk memiliki daya saing yang lebih di pasar ekspor,” tukasnya.