Petani Food Estate Pulang Pisau Panen Padi 5-6 Ton/Ha

Kalimantan Tengah (Indoagribiz).  Food estate yang dikembangkan pemerintah mulai menuai hasil. Para petani di area food estate Blok A, Desa Belanti Siam, Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Tengah siap panen raya pada minggu kedua dan ketiga di Februari 2021. Panen kali ini produktivitasnya diperkirakan 5-6 ton/ha.

Ketua Kelompok Tani Rukun Santoso, Mujianto mengatakan, kegiatan panen tersebut merupakan salah satu kegembiraan para petani, karena program food estate sejauh ini berjalan dengan sangat baik. Selain itu, beberapa petani sudah mendulang sukses dengan membeli alat mesin pertanian (Alsintan) sebagai bagian dari kemandirian.

“Jadi tidak betul kalau dikatakan food estate gagal panen. Justru para petani mendulang sukses dengan membeli Alsintan. Terus terang kami sangat terbantu dengan berbagai bantuan pemerintah, termasuk penyediaan bibit unggul Inpara 42,” kata Mujianto, dalam siaran persen, di Kalimantan Tengah (Kalteng), Kamis (4/2).

Menurut Mujianto, selama ini tak ada gagal panen dalam area food estate di Kalimantan Tengah. Namun,  ada penurunan produksi yang diakibatkan faktor alam, seperti hujan dan angin kencang yang membuat tanaman padi siap panen rebah dan basah.

“Kalau sudah basah mau tidak mau harus dipanen. Itulah yang disebut penurunan produksi, bukan berarti gagal panen. Toh juga tidak banyak. hanya 5 persen dari total lahan 2.200 hektare Desa Belanti Siam,” paparnya.

Mujianto bersama Poktan Rukun Santoso saat ini, membawahi 60 anggota dengan garapan lahan seluas 100 hektar (ha). Menurutnya, food estate harus berlanjut.

Sementara itu, Kepala Dinas Hortikultura dan Peternakan Provinsi Kalimantan Tengah, Sunarti mengatakan,  penurunan produksi hanya pada sebagian kecil lahan, dan sama sekali tidak mengurangi rata-rata produktifitas lahan yang mencapai diatas 5 ton/ha.

“Kalau saya bilang yang turun itu lebih kepada panen paksa, karena belum saatnya panen akibat roboh diterpa angin dan hujan. Tapi ini masukan buat kami agar ke depan bisa kita antisipasi,” kata Sunarti.

Menurut Sunarti, diharapkan para petani tetap melakukan produksi dengan mengedepankan pendekatan pola tanam modern melalui alsintan dan pendampingan petugas penyuluh.

“Kita akan dampingi terus para petani agar melakukan budidaya dengan cara yang modern. Misalnya, ke depan tidak lagi melakukan tabur benih dengan cara manual karena akan mempengaruhi pertumbuhan,” paparnya.

Dalam kesempatan tersebut,  Sunarti mengucapkan terimakasih atas dukungan dan perhatian pemerintah pusat, terutama Kementerian Pertanian (Kementan) yang terus mendampingi dan membantu para petani dalam berproduksi. “Kami mewakili pemerintah daerah provinsi Kalimantan Tengah sangat berterima kasih kepada pemerintah pusat yang memilih dan menjadikan wilayah kami sebagai tempat pengembangan food estate,” pungkasnya. (ind)