Gubernur Jabar Ridwan Kamil Apresiasi Sektor Pertanian Tangguh
Indoagribiz – Gubernur Jawa Barat (Jabar), Ridwan Kamil mengapresiasi
kinerja sektor pertanian tangguh di tengah pandemi virus corona atau
covid 19. Pasalnya, ujar Ridwan, berdasarkan hasil penelitian
Universitas Pajajaran mencatat bahwa sektor yang paling tangguh di
seluruh dunia dan juga Indonesia, di masa pandemi covid 19 adalah
sektor pertanian. Kemudian dari statistik Jawa Barat, orang yang
terkena covid 19 adalah rata-rata orang kota, sehingga orang semakin
ke desa dan ke kabupaten itu covidnya juga makin sedikit, karena tidak
berkerumun.
“Pertanian, peternakan, perikanan pokoknya semua yang terhubungan
dengan alam itu ternyata tidak terpengaruh terlalu besar. Oleh karena,
Kami mendukung penuh apapun kebijakan Pak Menteri Pertanian.
Mudah-mudahan kehadiran Pak Menteri memberikan semangat kepada kami
karena kami ini terus meningkatkan swasembada pangan,” demikian
dikatakan Ridwan. Kami dalam acara Gelar Pengawasan dan Penindakan
Karantina Pertanian bersama Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin
Limpo di Lembang, Jawa Barat, dikutip dari laman resmi Kementerian
Pertanian, Rabu (17/6).
Ridwan mengaku optimis bersama Kementerian Pertanian (Kementan) dapat
memperkokoh swasembada pangan dan peningkatan kesejahteraan petani
Jawa Barat. Pemerintah Provinsi Jabar bersama Kementan memiliki
terobosan yang sama dalam memajukan sektor pertanian ke depan
khususnya menjawab kondisi pasca covid 19.
“Kami membangun digitalisasi pedesaan dan di sektor pertanian
memperkuat teknologi pertanian berbasis teknologi tinggu. Misalnya,
teknologi pertanian memakai drone dan kami juga punya aplikasi bisa
mengetahui antara pasar pertanian dengan tanah koordinat itu bagaimana
bisa disingkronkan,” ujarnya.
Menurut Ridwan, inovasi teknologi pertanian berbasis digital adalah
syarat utama dalam menyesuaikan kebutuhan ke depan. Sebab, selama ini
petani hanya menggunakan feeling dalam berusaha tani dan mengetahui
perkembangan harga pangan.
“Kalau yang lakunya kentang, dimana-mana nanam kentang. Padahal
kemiringannya tidak cocok dan kualitas tanah tidak cocok. Jadi,
aplikasi yang sedang kita bangun itu akan menginformasikan pasar
dimana, produk pertanian yang lagi naik apa, dihubungkan dengan
geografis lahan nanti dimacingkan dengan produk yang pas,” terangnya.
Sementara itu, Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo menjamin
keamanan dan meningkatkan ketahanan pangan pasca covid 19 khususnya di
Provinsi Jabar. Kementan melalukan karantina pertanian yang baik
melalui online sistem, sehingga sesudah covid 19 atau
perlambatan-perlambatan yang lain diakibatkan covid 19, dipastikan
nantinya akselerasi ini akan kembali muncul dengan baik.
“Saya ingin menyanpaikan hari ini bersama Gubernur Jawa Barat berbagai
hal akibat dampak Covid 19, khususnya dalam mengakselerasi pertanian
untuk menjawab kepentingan masyarakat lebih khususnya Jawa Barat, kita
telah sepakat sama-sama mengakselerasinya,” katanya.
“Kita sepakat untuk kompak melakukan upaya-upaya agar masyarakt tetap
produktif walau hidup dalam kondisi baru atau kondisi normal sesudah
covid 19 yang ada,” tegas Syahrul.
Selain akselerasi perkarantinaan, Syahrul mengungkapkan terobosan
Kementan dalam meningkatkan produksi pangan sehingga swasembada pangan
kokoh yakni dengan meningkatkan berbagai ragam produksi pangan (tidak
hanya pangan pokok) dan meningkatkan produk turunan. Dengan demikian,
sudah saatnya cara bertani dengan membangun klaster tertentu sesudah
covid 19 sehingga tidak hanya fokus pada beras, namun berbagai macam
pangan dapat diproduksi dan diolah menjadi banyak produk turunan.
“Saya ingin karena itu, hari ini bersama Gubernur Jawa Barat kami
sepakat melakukan berbagai akselerasi agar masyarakt tetap produktif
walau hidup dalam kondisi baru atau kondisi normal sesudah covid 19
yang ada,” ungkapnya.
“Saya juga mengapresiasi Pak Gubernur Jabar dengan segala upaya yang
ada serius mempersiapkan after covid 19 atau dalam kondisi covid
masyarakat tetap produktif di bidang pertanian,” pungkas Syahrul.
Sumber foto : laman resmi Kementerian Pertanian