Indoagribiz – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan tanpa teknologi, tanpa inovasi mustahil Indonesia bangkit. Hal ini disampaikan pada seminar nasional “Peran Teknologi Agronomi dalam Mempercepat Penciptaan dan Hilirisasi Inovasi Pertanian yang diselenggarakan oleh Perhimpunan Agronomi Indonesia (Peragi) di Botani Square, Bogor, Rabu (19/7).

Amran memaparkan selain inovasi teknologi dibidang pertanian, langkah awal adalah merevisi regulasi pengadaan alsintan melalui lelang e-katalog. Untuk itu Kementerian Pertanian siap menerapkan inovasi-inovasi dan teknologi terbaru di bidang pertanian yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan petani dan menekan cost petani.

Amran sangat terkesan dengan benih unggul dari IPB yaitu IPB 3S yang diklaim lebih produktif dari benih unggul ciherang.”Kementerian Pertanian akan membeli benih unggul IPB 3S dan akan kami sebarkan ke petani diseluruh Indonesia,” kata Amran sebagaimana dikutip dari laman resmi Kementerian Pertanaian, Jumat (21/7).

Amran yang juga terdaftar sebagai pengurus Peragi menghimbau Peragi agar bergerak di seluruh nusantara, Peragi harus mampu berkontribusi bagi pembangunan pertanian.

Rektor Institut Pertanian Bogor (IPB) Herry Suhardiyanto menyampaikan ada 3 hal terkait pembangunan pertanian yaitu masalah inovasi dimana usaha tani harus harus optimal, modern dan terkonsolidasi, untuk itu dibutuhkan ketekunan dari hulu dan hilir melalui usaha yang komprehensif. Yang kedua perhatian kepada potensi industri pengolahan produk pertanian dan ketiga kesejahteraan petani.

“Inovasi sangat penting untuk digarap. Inovasi bisa dilakukan melalui varietas unggul, teknologi pasca panen dan lain-lainya,” ujar dia.

Herry juga sangat mengapresiasi keinginan Mentan yang akan membeli dan menerapkan inovasi terbaru benih padi IPB 3S dari IPB kepada petani. Benih unggul BB3S diklaim lebih produktif dari Ciherang dan tahan hama wereng. Produksi benih unggul IPB 3S antara 8 – 11 ton per hektar, bahkan telah ditanam di Karawang dan mampu mencapai produkai 13,4 ton per hektar.

Ketua Peragi Muhammad Syakir dalam sambutannya mengatakan, seminar nasional ini sebagai momentum 40 tahun keberadaan Peragi sebagai penggerak pertanian di Indonesia.”Sudah banyak anggota Peragi yang turut memberikan sumbangsih bagi pembangunan pertanian nasional, dengan demikian saya tegaskan Peragi mendukung penuh program Kementerian Pertanian, Peragi adalah pertanian modern Indonesia dan Pertanian Modern Indonesia adalah Peragi,“ kata Syakir.