Peran Penyuluh Pertanian Perlu Diperkuat Program Pemupukan yang Tepat
Jakarta – Peran penyuluh pertanian perlu diperkuat dengan aktivitas
pemupukan yang tepat sehingga dapat mendorong efektivitas kebijakan
penyaluran pupuk bersubsidi kepada petani.
“Saya mendorong pemerintah perlu memperkuat peranan penyuluh pertanian
untuk terus melakukan sosialisasi program pemupukan yang efisien dan
tepat sesuai dengan kadar kebutuhan hara tanah,” kata Anggota Komisi
IV DPR RI, Johan Rosihan, dalam keterangan tertulis di Jakarta, Sabtu
(3/10).
Menurut Johan, masih banyak persoalan implementasi dari kebijakan
pupuk bersubsidi yang berakibat merugikan petani dan sejumlah masalah
lain mulai dari rendahnya verifikasi dan validasi data, persoalan
distribusi pupuk dan banyaknya penyelewengan di lapangan yang
berdampak pada kelangkaan pupuk di daerah.
Ia juga menyoroti mengenai semakin banyak konsumsi pupuk tidak
berbanding lurus dengan peningkatan produktivitas sektor pertanian,
yang hal tersebut juga menjadi tantangan dunia pertanian di masa
depan.
Saat ini perlu perbaikan manajemen distribusi pupuk bersubsidi agar
lebih tepat sasaran, tepat waktu, tepat jumlah, dan tepat guna demi
peningkatan produktivitas pertanian.
Johan berharap pemerintah mesti memberikan pencerahan kepada petani
dengan konsep pemupukan berimbang lengkap, dengan cara memberi
rekomendasi pupuk spesifik.
Ia melihat bahwa jika pemerintah ingin meningkatkan produksi pertanian
terutama pada masa pandemi ini, maka alokasi pupuk bersubsidi untuk
petani mesti juga ditingkatkan dengan cara meningkatkan alokasi
anggaran subsidi pupuk yang sesuai dengan kebutuhan petani.