Perdana, Karet Bintan Tembus Perancis dan Belanda
Tanjungpinang – Kementerian Pertanian melalui Karantina Pertanian
Tanjungpinang mencatat dua negara tujuan baru berhasil ditembus karet
adal Bintan pada medio Oktober 2020, yakni Belanda dan Perancis.
Hal ini menjadi kado istimewa saat bertepatan dengan Hari Karantina
Pertanian ke-143 tahun (18/10).
“Ini menggenapkan jumlah tujuan negara ekspor untuk komoditas unggulan
ekspor asal Bintan, karet lempengan menjadi 15 negara,” kata Kepala
Karantina Pertanian Tanjungpinang Raden Nurcahyo Nugroho melalui
keterangan tertulisnya dikutip dari laman resmi Kementerian Pertanian,
Selasa (27/10).
Menurut Raden, kinerja ekspor asal sub sektor perkebunan di wilayah
kerjanya ini mencatat pertumbuhan yang signifikan. Dari jumlah negara,
dibanding tahun lalu baru berjumlah 7 negara saja.
“Secara total, pada periode Januari – Oktober 2020 ekspor karet
lempengan dari Bintan tercatat telah berlangsung sebanyak 115 kali
dengan volume 18,5 ribu ton dengan nilai Rp 348,6 miliar. Sedangkan
ditahun 2019 pada periode yg sama ekspor terjadi hanya 74 kali, volume
11 ribu ton dengan nilai Rp 188,9 miliar, atau meningkat hampir dua
kali lipat,” tambah Raden.
Sebagai informasi, karet lempengan sebagai bahan baku berbagai jenis
industri. Sebelum diekspor, karet lempengan ini dilakukan pemeriksaan
guna memastikan telah memenuhi persyaratan teknis yang dipersyaratan
negara tujuan.
Pejabat Karantina Pertanian Tanjungpinang Wilker Sri Bayintan Kijang,
Suradi melakukan pemeriksaan terhadap media pembawa karet lempengan
dengan volume yang sama masing-masing 226,8 ton untuk Belanda dan
Perancis, Jumat (23/10).
Pada waktu yang sama PT PBD juga mengekspor karet lempengan ke Uni
Emirate Arab sebanyak 504 ton, sehingga total nilai ekspor karet
tersebut adalah Rp 17,3 miliar.
“Pandemi yang melanda dunia berdampak pada kurangnya stok bahan baku
karet untuk pembuatan ban ‘Michelin’ di Eropa, sehingga PT PBD bisa
ekspor ke Belanda dan Perancis,” terang Djoesferiansyah mewakili
eksportir.
Negara dan Ragam Ekspor Baru
Selaku koordinator program peningkatan ekspor melalui gerakan tiga
kali lipat ekspor pertanian di Provinsi Bintan, Raden secara aktif
meningkatan sinergisitas dengan berbagai entitas.
“Akses informasi potensi kami buka seluas-luasnya melalui klinik
ekspor. Harapannya dapat mendorong negara, ragam dan pelaku ekspor
yang baru, ini sesuai arahan BapaknMenteri Pertanian (Syahrul Yasin
Limpo, red),” jelasnya.
Tidak hanya itu, percepatan layanan ekspor dengan bekerja cepat,
cermat dan akurat, juga diterapkan sesuai arahan Menteri Pertanian,
tambahnya lagi.
Secara terpisah, Kepala Badan Karantina Pertanian (Barantan), Ali
Jamil menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada pelaku usaha dan
jajarannya atas pencapaian penambahan negara tujuan baru.
“Jika menemui kendala dalam melakukan eksportasi produk pertanian
dapat berkonsultasi dengan kantor layanan kami. Dengan aturan
perkarantinaan yang baru mempertegas tugas selaku border protection
dan sekaligus juga mengemban peran selaku economic tools pertanian
diperdagangan internasional,” tukas Jamil.
Sumber foto : laman resmi Kementerian Pertanian