Pacu Produksi, Mentan Lakukan Percepatan Tanam Padi di Tuban
Tuban – Kementerian Pertanian (Kementan) terus meningkatkan produksi
padi guna benar-benar menjamin ketersediaan beras nasional dapat
dipenuhi sendiri. Sebab ketersediaan pangan menjadi kunci utama
kestabilan ekonomi negara akibat dampak virus corona sehingga di era
new normal, ketersediaan pangan dipenuhi secara mandiri.
Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo memiliki terobosan
dalam memasifkan budidaya padi di semua daerah dan tak membiarkan
lahan pertanian tak tertanami. Program Gerakan Percepatan Tanam telah
dilalukan di berbagai daerah, kali ini, Jumat (26/6), Mentan Syahrul
bersama Bupati Tuban dan jajaran TNI dan stakeholder lainnya melakukan
percepatan tanan di Kabupaten Tuban, salah satu sentra produksi di
Jawa Timur.
“”Dalam memperkuat ketersediaan pangan khususnya beras, kami dorong
percepatan tanam di semua daerah. Kami minta daerah agar tidak
membiarkan lahan menganggur, harus tertanami semua. Kami siap bantu.
Para Dirjen saya minta selalu pantau lapangan dan respon cepat
membantu petani. Kami menyediakan bantuan benih, pupuk, alat mesin
pertanian olah percepat olah tanah, asuransi agar petani tidak rugi
akibat gagal panen dan kami minta manfaatkan dana KUR (kredit usaha
rakyat,” demikian dikatakan Syahrul dalam acara Gerakan Percepatan
Tanam Padi di Desa Ngadirejo, Kecamatan Widang, Tuban dikutip dari
laman resmi Kementerian Pertanian, Sabtu (27/6).
Pada kegiatan tanam ini, Syahrul mengungkapkan Kementan berkomitmen
penuh dalam meningkatkan produksi beras dan percepatan tanam melalui
Gerakan Olah Tanah dan Tanam (GPOT). Program ini disertai dengan
langkah kongret yakni pemberitan bantuan benih, alat mesin pertanian,
KUR, asuransi pertanian dan pendampingan yang masif.
Pada tahun 2020, labjutnya, secara nasional pemerintah mentargetkan
luas tanam padi 11,66 juta ha, berpotensi menghasilkan 33,6 juta ton
beras, sementara sasaran luas tanam padi pada musim kemarau hingga
september 2020 ini sebesar 5,6 juta hektare.
“Kami mengharapkan kepada provinsi dan kabupaten atau kota melakukan
gerakan di lapangan dan menggerakkan Kostratani (Komando Strategi
Pertanian,- red) di Kecamatan sebagai ujung tombaknya. Tuban ini
adalah daerah andalan Provinsi Jawa Timur, jadi sangat berharap dari
sini (Tuban,- red) bisa menyuplai juga kebutuhan nasional,” tegasnya.
“Pertanaman padi bulan Mei sampai dengan September 2020 harus
dioptimalkan. Tidak hanya Tuban, kami mengharapkan semua daerah
khususnya Jawa Timur yang mempunyai potensi luas lahan yang ada dapat
dimaksimalkan, melalui peningkatan Indeks Pertanaman,” pinta Syahrul.
Pria yang akrab disapa Komandan ini pun mendorong pemanfaatan lahan
pertanian juga melalui penyediaan dana KUR bagi para petani. Kementan
juga fokus dalam mengoptimalkan bantuan alsintan prapanen dan
pascapanen.
“Yang terpenting juga adalah bagaimana kita mempercepat pelaksanaan
kegiatan APBN dan APBD tahun 2020 dan meningkatkan pendampingan dan
pengawalan pelaksanaan kegiatan di lapangan oleh penyuluh, babinsa,
POPT (petugas organisme pengganggu tanaman), Pengawas Benih Tanaman,
dan Kepala Cabang Dinas di Kecamatan,” jelas Syahrul.
Bupati Tuban, Fathul Huda mengatakan Kabupaten Tuban memiliki luas
baku sawah 66.534 ha dan luas panen padi 2019 seluas 91.200 ha dengan
provitas 5,70 ton/ha dan produksi beras 298.286 ton. Adapun target
tanam padi Apri-September 2020 adalah 29.787 ha. Sedangkan untuk
jagung Kabupaten Tuban memiliki luas panen 2019 sebesar 117.758 ha
dengan produksi 649.549 ton pipil kering dan target tanam
April-September 2020 adalah sebesar 22.918 ha
Ia mengaku memprioritaskan program kerja di sektor pertanian sehingga
Kabupaten Tuban menjadi salah satu daerah yang mampu mengantisipasi
masa krisis pangan akibat kemarau panjang serta adanya pandemi
Covid-19 pada paruh kedua tahun anggaran 2020.
“Gerakan percepatan tanam padi ini juga sesuai dengan instruksi
Presiden Joko Widodo yang meminta pemerintah daerah yang menjadi
lumbung pangan di daerah agar melakukan percepatan tanam. Maka dari
itu, kami sangat mengapresiasi kerja keras Pak Menteri Pertanian hadir
di Tuban untuk memberi semangat kepada petani dan kami pemerintah
daerah,” ujarnya.
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Jatim, Hadi Sulistyo
menyebutkan, untuk semester I/2020 ini, produksi padi gabah kering
giling (GKG) sebesar 6.185.310 ton. Sementara luas panen padi di Jawa
Timur semester I tahun 2020 diperkirakan mencapai 1.120.153 ha.
Menurutnya, potensi ketersediaan perberasan Semester I tahun 2020
adalah setara dengan 4.066.348 ton beras. Kemudian potensi konsumsi
(pangan, pakan dan industri) sebesar 2.133.143 ton beras. Sehingga
surplus beras pada Semester I di tahun 2020 mencapai 1.933.205 ton
beras.
“Sasaran tanam padi Bulan Juni 2020 di Jawa Timur seluas 98.797 ha dan
prediksi luas panen pada bulan Juni seluas 110.662 Ha dengan perkiraan
produksi sebesar 626.564 Ton GKG atau setara beras sebesar 407.267
Ton. Dan Tuban salah satu daerah yang Jawa Timur andalkan untuk
menjadikan Jawa Timur lumbung pangan, terutama ketersediaan pangan
aman pasca corona,” tuturnya.
Direktur Jenderal Tanama Pangan Kementan Suwandi mengaku optimistis
jika di tahun 2020 walaupun tengah dilanda pandemi corona dapat
meningkatkan produksi pangan khususnya beras. Pada MT II target tanam
seluas 5,6 juta hektar, sehingga di bulan Juli sampai Desember akan
ada stok 12,5 sampai 15 juta ton beras. Luas panen Januari-Juni 5,83
juta hektar dengan produksi 29,31 juta ton gabah kering giling
“Gerakan Percepatan Tanam pada April-September 2020 ini dilaksanakan
di 8 wilayah andalan, 9 wilayah utama dan 16 wilayah pengembangan.
Percepatan tanam padi di Tuban ini menunjukkan Kementan kerja keras
amankan produksi dan kami optimis bisa capai,” ucapnya.
“Sesuai arahan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, percepatan tanam
padi sudah dilakukan sejak awal bulan Juni. Jajaran di Kementan
langsung turun ke lapangan memastikan semua wilayah satu suara
melakukan perceparan tanam,” sambung Suwandi.
Dalam kesempatan ini Mentan Syahrul menyerahkan bantuan kepada
kelompok tani secara simbolis berupa benih padi hibrida, benih jagung,
power therese multiguna, klaim asuransi pertanian serta KUR.
Sumber foto : laman resmi Kementerian Pertanian