INDOAGRIBIZ–Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) Kementerian Pertanian memperkenalkan metode pemijatan dan pelengkungan (Pikung) untuk mempercepat tanaman jeruk berbuah.

Kepala Teknisi Balai Penelitian Tanaman Jeruk dan Buah Subtropika (Balitjestro) Dr Taufiq M. Ratulle mengatakan dengan metode ini petani akan lebih bersemangat untuk mengembangkan jeruk keprok di samping jeruk siam.”Teknik ini cukup mudah untuk diaplikasikan karena tidak perlu keterampilan khusus,” kata dia melalui keterangan tertulis di Jakarta, Minggu (4/2).

Dia menyatakan, dalam membudidayakan jeruk, terutama keprok selama ini membutuhkan waktu rata-rata 4 tahun untuk berproduksi. Hal ini yang membuat petani lebih memilih untuk mengembangkan jeruk siam yang relatif lebih cepat dalam berproduksi.

Sebenarnya jeruk keprok mempunyai nilai ekonomis yang lebih tinggi karena jeruk impor yang membanjiri pasar dalam negeri merupakan jenis keprok. Oleh karena itu perlu ada pengembangan jeruk keprok lebih luas lagi sebagai upaya mensubstitusi jeruk impor.

Untuk mengatasi masalah lamanya produksi pada jeruk keprok, dapat dilakukan dengan metode pemijatan dan pelengkungan (pikung) pada percabangan.”Dengan metode Pikung petani tidak perlu khawatir untuk menanam jeruk keprok karena umur produksi awal relatif sama dengan jeruk siam,” ujar dia.

Menurut Teknisi Balai Penelitian Tanaman Jeruk dan Buah Subtropika (Balitjestro) Balitbangtan Ady Cahyono, waktu yang tepat untuk perlakuan pelenturan percabangan adalah pada saat tanaman mulai layu tepatnya di awal musim kemarau (awal tanaman mengalami kondisi stress air). Namun, lanjut dia, sebelum melakukan pelenturan tanaman dipupuk terlebih dahulu tiga bulan sebelumnya.

Pada kondisi tersebut tanaman berhenti bertunas dengan kondisi sedikit layu sehingga cabang tidak mudah patah saat dilakukan proses pelenturan. Dia mengingatkan, selama 2-3 bulan tanaman yang sudah diperlakukan pelenturan tidak perlu disiram air. Teknik pikung telah diaplikasikan di Kebun Percobaan Banaran, Balai Penelitian Tanaman Jeruk dan Buah Subtropika, Balitbangtan, hasilnya telah terbukti tanaman jeruk Keprok Batu 55 dapat berbuah pada umur 2,5 tahun dengan produksi 20-25 kg/pohon. [moh]