Penyelundupan Benih Lobster Masih Marak

Jakarta(Indoagribiz) – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menyatakan penyelundupan benih lobster masih marak terjadi di sejumlah daerah karena harga yang ditawarkan oleh pihak di negara tujuan pengiriman masih tinggi.

“Hasil pantauan kami, benih lobster mutiara dijual di Indonesia paling tinggi Rp79.000-Rp90.000 per ekornya. Namun kalau sudah sampai di Singapura kurang lebih 10 dolar AS atau sekitar Rp145.000 per ekornya,” kata Kepala Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu, dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) Kementerian Kelautan dan Perikanan, Rina dalam rilis, Rabu (8/8).

Menurut Rina, bila benih lobster jenis pasir dijual di Indonesia sekitar Rp18.000-Rp26.000 per ekornya, tetapi di Singapura harganya bisa mencapai dua kali lipat lebih dari harga di Indonesia. Namun, Rina meminta agar masyarakat tidak lagi melakukan penangkapan dan pengiriman benih lobster karena nilai ekonomi yang didapat tak sebanding bila dibandingkan dengan membiarkannya besar terlebih dahulu.

Ia meyakini, pengiriman benih lobster terus menerus akan mengancam keberlanjutan komoditas lobster di Indonesia. Karena itu, ujar dia, benih lobster yang hasil penyelamatan pun harus dilepasliarkan di tempat kawasan perairan yang tepat.”Lokasi pelepasliaran harus cocok untuk tempat hidup lobster di antaranya ditandai dengan adanya terumbu karang sebagai tempat makan dan berlindung lobster,” ujar dia.

Guna mencegah penangkapan benih lobster kembali terjadi, KKP juga bekerja sama dengan masyarakat sekitar yang tergabung dalam kelompok masyarakat pengawas (Pokmaswas) penggerak konservasi. Dilengkapi dengan kapal pengawas konservasi, mereka akan memastikan benih lobster tersebut tidak akan ditangkap sebelum mencapai ukuran yang diperbolehkan.