Potensi Pacet Sebagai Wilayah Pengembangan Kawasan Bawang Putih Nasional
Pacet, Mojokerto  – Bagi orang di luar Jawa Timur, nama Pacet
Mojokerto sebagai penghasil bawang putih mungkin terdengar asing.
Meskipun demikian, faktanya, sejak 1974 wilayah Pacet adalah penghasil
bawang putih lokal. Varietas bawang putih yang umum ditanam adalah
Lumbu Hijau.
Kondisi buruk memang pernah terjadi pada 1996 ketika membanjirnya
bawang putih impor. Hal ini berakibat pada tertekannya harga bawang
putih lokal. Akibat dari persaingan tersebut, petani bawang putih
Pacet sedikit demi sedikit mulai beralih ke komoditas lain yang
diusahakan, seperti ubi, bawang merah dan komoditas lainnya.
Bawang putih Pacet dikenal memiliki kualitas terbaik dengan aroma khas
yang sangat pedas. Sebagai satu-satunya kecamatan penghasil bawang
putih di Mojokerto, usaha tani bawang putih di Pacet awalnya merupakan
salah satu andalan petani sebagai sumber penghasilan yang menjanjikan
untuk memberikan kehidupan yang lebih.
Hal ini sejalan dengan arahan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo
bahwa tujuan program pertanian di antaranya meningkatkan kesejahteraan
petani. Rencana mengangkat kembali bawang putih lokal untuk mengurangi
impor menjadi angin segar petani setelah lebih dari dua dekade petani
tidak bertanam bawang putih secara luas.
“Komoditas bawang putih telah menjadi salah satu komoditas
hortikultura yang berkontribusi terhadap inflasi nasional selain cabai
dan bawang merah. Kebergantungan terhadap bawang putih impor akan
menjadi hal yang sangat mengkhawatirkan pada masa datang,” ujar
Direktur Jenderal Hortikultura, Prihasto Setyanto dikutip dari laman
resmi Kementerian Pertanian, Selasa (15/9).
Menurutnya, usaha pengembangan bawang putih nasional akan terus
dikembangkan untuk mendorong substitusi impor dan mengantisipasi
terjadinya inflasi.
Pelan namun pasti, sentra bawang putih baik yang telah ada maupun yang
baru mulai tumbuh dan berkembang termasuk juga di Pacet Mojokerto.
Adanya kebijakan tanam bawang putih membakar semangat petani untuk
mengembangkan usaha tani bawang putih kembali. Pada 2020 ini di
Kecamatan Pacet terdapat pertanaman seluas 109 ha. Sebagian besar
dikembangkan secara swadaya bekerja sama dengan penangkar bawang
putih.
“Pertanaman bawang putih di Pacet tersebar di 6 desa yaitu Desa Sajen,
Pasukan, Claket, Petak, Cepokolimo dan Kemiri. Areal pertanaman bawang
putih saat ini mencapai 109 ha dengan pertanaman terluas di Desa Pacet
yaitu seluas 32,05 ha dan disusul Desa Petak seluas 27,10 ha,” ujar
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Mojokerto, Teguh Gunarko.
Dirinya menyampaikan bahwa hingga saat ini lebih kurang 27 ha bawang
putih di wilayahnya telah dipanen dan sisa sebanyak 82 ha lainnya
diperkirakan terakhir panen pada Oktober 2020 dengan produktivitas
berkisar 12 – 14 ton per ha.
“Saya optimis dengan kondisi seperti saat ini dan dukungan dari
pemerintah provinsi dan pusat, pertanaman bawang putih di Pacet dapat
bertambah luas,” paparnya bangga.
Hal yang istimewa pada pertanaman di Pacet Mojokerto ini adalah bahwa
sebagian besar pertanaman dilakukan di lokasi dengan ketinggian
rata-rata 450 – 600 mdpl. Selain itu, didukung pengairan yang tiada
henti dan dengan pertimbangan musim yang tepat.
“Waktu panen yang terjadi pada masa bediding atau perbedaan suhu siang
dan malam yang sangat signifikan akan merangsang ukuran umbi dan siung
bawang dapat lebih besar,” kata produsen benih bawang putih asal Kota
Batu, M. Thoha.
Produsen yang telah lama bekerja sama dengan penangkar benih di Pacet
ini berharap produksi yang dihasilkan dapat lebih banyak digunakan
sebagai calon benih.
Kondisi senada disampaikan Direktur Perbenihan Hortikultura, Sukarman.
Dalam rangka memperbaiki kualitas bawang putih nasional maka salah
satu hal yang perlu diperhatikan yaitu penggunaan benih bawang putih
yang berkualitas.
“Untuk menghasilkan umbi bawang putih yang berukuran besar, kami
menyarankan agar benih yang digunakan adalah benih bawang putih yang
selain memenuhi Persyaratan Teknis Minimal (PTM) juga telah patah
dormansi minimal 50% serta memiliki ukuran siung minimal 3 cm ke
atas,” ujarnya.
Sebagai informasi, bawang putih asal petani dari Pacet sebagian besar
berukuran besar atau lebih dari 3 cm dengan prosentase di atas 70%.
Oleh karena itu, sangat cocok apabila pada gilirannya produksi bawang
putih petani pacet digunakan sebagai benih untuk pengembangan kawasan
bawang putih nasional.
Pada musim tanam 2020 ini diperkirakan hasil panen bawang putih basah
berkisar 1.300 – 1.500 ton. Apabila diproses lebih lanjut menjadi
calon benih, diperkirakan minimal 400 – 450 ton di antaranya dapat
digunakan sebagai benih bawang putih dengan siung berukuran besar.