Penerapan Ekonomi Biru Perkuat Ekonomi Nasional

Jakarta (Indoagribiz)—- Penerapan prinsip Ekonomi Biru dengan menyeimbangkan keberlanjutan ekologi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat merupakan salah satu harapan masa depan bangsa untuk penguatan ekonomi nasional.

Demikian, dikatakan  Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono dalam sambutannya sebagai Keynote Speaker pada acara International Seminar on Fish and Fisheries Sciences (ISFFS) secara daring Selasa (13/7).

“Pemerintah pun menyadari sektor kelautan dan perikanan akan menjadi kekuatan ekonomi nasional jika dikelola dengan benar. Untuk itu sumber daya laut dan pesisir, khususnya perikanan, sebaiknya dilihat sebagai satu kesatuan yang tidak terpisahkan. Kita harus memastikan bahwa ekosistem laut dan pesisir kita sehat, produktif dan dapat memberikan nilai ekonomi untuk kesejahteraan masyarakat,” kata Menteri Trenggono, dalam siaran persnya, di Jakarta, Rabu (14/7).

Beberapa faktor penting untuk mencapai pembangunan kelautan perikanan yaitu dengan penerapan teknologi terbarukan. Kemudian,  kesiapan sumber daya manusia agar usaha di sektor kelautan dan perikanan memiliki produktivitas tinggi, berdaya saing, dan efisien, dimana produktivitas dan daya saing tinggi ini sangat dipengaruhi oleh ketersediaan input teknologi yang efisien, mutu produk yang terjamin, rantai sistem produksi yang efisien dari hulu hingga hilir dan sumber daya manusia yang kompeten.

Dalam acara bertemakan “Kebijakan Pemanfaatan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan yang Berkelanjutan bagi Kesejahteraan Bangsa Menuju Masyarakat Indonesia 5.0” tersebut, Menteri Trenggono meyakini betul peran serta masyarakat 5.0 dapat berkontribusi dalam menyelesaikan berbagai tantangan sosial.

“Masyarakat 5.0 harus menciptakan masyarakat yang dapat menyelesaikan berbagai tantangan sosial dengan memasukkan inovasi revolusi industri keempat seperti misalnya IoT, Big Data, Artificial Intelligence dan sharing economy ke dalam setiap industri dan sosial perikanan. Ke depannya, otomatisasi dalam pengambilan keputusan, diharapkan dapat membuat kehidupan masyarakat khususnya di sektor perikanan akan lebih selaras dan berkelanjutan,” katanya.

Menteri Trenggono juga mengatakan, KKP telah menyiapkan program strategis sebagai penjabaran dari prinsip Ekonomi Biru yang berperan penting terhadap keberlanjutan (ekologi) dan peningkatan kesejahteraan (ekonomi). Strategi ekonomi biru ini diharapkan dapat meningkatkan pendapatan masyarakat, perluasan lapangan kerja, dan meningkatkan devisa negara.

Program terobosan yang dimaksud adalah peningkatan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dari sumber daya alam perikanan tangkap untuk peningkatan kesejahteraan nelayan. Pengelolaan perikanan tangkap akan dilakukan dengan Kebijakan Perikanan Tangkap Terukur di setiap Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik Indonesia (WPPNRI) dalam rangka keberlanjutan sumber daya perikanan. Kedua adalah program pengembangan perikanan budidaya untuk peningkatan ekspor yang didukung riset kelautan dan perikanan. Ketiga pembangunan kampung perikanan budidaya tawar, payau dan laut berbasis kearifan lokal.

Menteri Trenggono juga menyampaikan bahwa KKP kini sedang menyiapkan model Kebijakan Penangkapan Terukur untuk setiap WPPNRI. Kebijakan ini akan mengintegrasikan jumlah alokasi kapal yang dapat diterbitkan izinnya, membangun sentra industri di wilayah tersebut, menyiapkan manajemen pelabuhan yang bersih, tertib, aman, dan membangun fasilitas lain yang mendukung.

KKP juga menyiapkan model untuk penerapan Kebijakan Budidaya Terukur yang menerapkan prinsip yang hampir sama dengan Penangkapan Terukur. Pengembangan kawasan budidaya udang (shrimp estate) sebagai contoh budidaya terukur yang terintegrasi akan dibangun dengan mencontoh model fish and shrimp farming yang dibangun di Mesir dengan memaksimalkan petambak lokal dalam prosesnya.

Menteri Trenggono mengatakan, peran akademisi menjadi bagian penting dalam penemuan teknologi serta inovasi. “Untuk itu saya minta kepada Bapak Ibu akademisi maupun pemerhati sektor kelautan dan perikanan untuk membantu memikirkan dan  mendorong kemajuan teknologi bidang kelautan dan perikanan yang sedang dilakukan oleh KKP dalam rangka KKP rebound,” pungkas Menteri Trenggono.  (ind)