Anggota DPR Ingin Lebih Banyak Peneliti Terlibat dalam Lumbung Pangan
Jakarta – Anggota Komisi IV DPR Endang Setyawati Thohari menginginkan
lebih banyak peneliti terlibat dalam program lumbung pangan (food
estate), yang sedang dikembangkan pemerintah di Kalimantan Tengah.
“Program itu bagus asal digerakkan bersama dan koordinasinya kuat.
Kita sedang jembatani untuk peneliti kita diajak turun tangan, karena
kalau tidak ini bisa salah sasaran karena varietas yang dikembangkan
tidak cocok dengan tanah yang ada,” kata Endang Setyawati Thohari
dalam rilis di Jakarta, Minggu (4/10).
Endang memberi apresiasi atas inisiasi program tersebut sebagai
langkah menjaga ketahanan pangan di Indonesia. Namun, menurut dia,
perlu ada koordinasi yang kuat antara lembaga dan program tersebut
dijalankan secara bersama-sama, antara lain dengan merangkul peneliti.
Endang mengungkapkan bahwa penelitian-penelitian secara komprehensif
diperlukan agar program food estate ini berhasil dan mampu
menghasilkan padi secara maksimal.”Itu harus berdasarkan penelitian
karena tanah di Kalteng itu tanah gambut dan itu harus ada penelitian
harus dikasih kapur berapa persen,” ucapnya.
Selain itu, ujar dia, juga untuk jenis varietas padi yang digunakan
itu perlu ada penelitian lebih lanjut sehingga merangkul peneliti
adalah langkah awal yang bisa dilakukan pemerintah agar program ini
berjalan dengan baik.
Endang pun optimis jika catatan yang diberikan tersebut dijalankan
secara baik akan menghasilkan hasil yang baik dari program lumbung
pangan ini, karena dengan hasil penelitian bisa ada pengkajian untuk
mencari solusi.
Sebelumnya, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki
Hadimuljono memastikan pembangunan infrastruktur dasar dalam proyek
food estate di Kalimantan Tengah akan dimulai pada Oktober mendatang.
“Major project di sini yakni pengembangan food estate di Kalimantan
Tengah berupa padi dan singkong. Ini akan kami koordinasikan karena
akan mulai Oktober ini,” katanya dalam rapat kerja dengan Komisi V DPR
di Jakarta, Rabu (2/9/2020).
Pengembangan food estate untuk padi akan dikerjakan di atas lahan
seluas 165 ribu hektare akan dilakukan di atas lahan aluvial eks
pengembangan lahan gambut (PLG).
Proyek pembangunan dilakukan dengan rehabilitasi saluran irigasi,
pintu air, dan jembatan serta membangun jalan akses. Namun, sejalan
dengan pembinaan pengusaha lokal dalam penyerapan anggaran yang ada,
Kementerian PUPR akan memberikan paket pekerjaan kepada pengusaha
lokal.
“Untuk yang jalan-jalan itu packaging-nya (paketnya) kami atur semua.
Itu hanya untuk pengusaha lokal, tidak ada pengusaha besar untuk masuk
ke sana kecuali saluran irigasi,” katanya.