Harga Kedelai Dipatok 8.500, Pengusaha Tempe Tahu Bandung Lega

Bandung – Pemerintah menetapkan batas penjualan kedelai dari importir
ke pengrajin sebesar Rp. 8.500 per kg. Langkah ini diambil sebagai
upaya menstabilkan pasokan dan harga kedelai yang sempat mengalami
kenaikan yang cukup tinggi.

Seperti diketahui, kenaikan harga kedelai beberapa waktu terakhir
berimbas meningkatnya biaya produksi tahu tempe. Buntutnya, harga tahu
tempe mengalami kenaikan di pasaran.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo meyakini bahwa kenaikan harga
dan pasokan kedelai dapat dikendalikan. Jika beberapa hari lalu harga
kedelai sempat mencapai Rp9.000-Rp10. 000, saat ini sudah turun
menjadi Rp8.500 dan stoknya tetap ada.

“Pak Presiden minta kepada saya, kalau begitu jangan tergantung lagi
(impor kedelai). Saya sekarang lagi persiapkan (budidaya kedelai),”
ucapnya di Makassar, dikutip dari laman resmi Kementerian Pertanian,
Selasa (12/1).

Kepala Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian, Agung Hendriadi
mengatakan, kesepakatan antara importir dengan Gakoptindo harus
dilaksanakan dengan harga jual kedelai ke pengrajin sebesar Rp. 8.500
per kg.

“Harga jual yang telah disepakati untuk memenuhi kebutuhan dalam 100
hari ke depan, tentunya ini tidak ada yang dirugikan, saling
menguntungkan. Pengrajin tetap bisa berproduksi,” kata Agung saat
mengunjungi produsen tahu tempe di Bandung, Jawa Barat, Minggu
(10/01/2021).

Kebijakan tersebut membuat produsen tahu tempe di Bandung merasa lega.
H Galih, pemilik Pabrik Tahu Sutra di Kec Babakan Ciparay Bandung
kembali bergairah untuk terus produksi yang sebelumnya sempat
mengalami penurunan hingga 30 persen akibat kenaikan bahan baku
kedelai.

“Alhamdulillah ini sudah ada kesepakatan harga 8.500, saya mendukung
dan optimis bisa bantu terus produksi, kemarin produksi turun 30
persen, sekarang bisa mulai produksi lagi karena ini konsumen pasar
juga sudah nunggu,” ujarnya.

Dari kunjungan tersebut, sebagian masih ada yang di atas 8.500 per kg.
Untuk itu, Agung meminta satgas pangan Jabar beserta dinas pangan
Jabar dan dinas perindag Jabar yang turut hadir dalam kunjungan
tersebut untuk segera melakukan gerakan stabilisasi pasokan dan harga
kedelai,

“Di sini masih ada yang menjual dengan harga di atas Rp 8.500, ini
tugas satgas pangan bersama dinas terkait untuk terus melakukan
monitoring,” tegasnya.