Pemerintah Kaji Teknologi Piramid Desalinator Pembuatan Garam

Jakarta(Indoagribiz) – Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman mengkaji teknologi piramid desalinator.

Teknologi piramid desalinator adalah teknologi desalinasi air laut menjadi tawar dan pembuatan garam tanpa kendala cuaca.

“Dengan teknologi ini dapat membuat garam setiap hari selama setahun penuh dan tidak terpengaruh oleh cuaca, keunggulan lainnya dengan teknologi ini juga dapat menghasilkan air bersih,” ujar Deputi Bidang Koordinasi SDA dan Jasa Kemenko Maritim Agung Kuswandono dalam siaran pers di Jakarta, Minggu (3/6).

Apkikasi Teknologi

Teknologi ini merupakan serangkaian proses produksi garam dan turunannya yang bermanfaat bagi daerah kering dan kesulitan air bersih. Teknologi berbentuk prisma dibangun dengan menggunakan bambu dan plastik yang berlapiskan ultraviolet dengan sudut prisma 45 derajat.

Prinsipnya semakin runcing teknologi akan semakin bagus dalam mengalirkan air, akan tetapi volume dan terpaan angin akan lebih tinggi juga. Air yang dihasilkan dari penguapan akan mengalir mengikuti plastik UV, dan selanjutnya mengalir pada pipa paralon yang terpasang dibagian bawah aliran air dilapisan plastik.

 

Sementara itu, Manager Development PT Anta Tirta Karisma Heru menjelaskan bahwa proses penuaan air laut ada di dalam prisma, penguapan air laut sebanyak 0,3 mili meter per hari. Sedangkan untuk perhitungan air tawar yang dihasilkan dengan menguapkan air laut sekitar 1 mili dapat menghasilkan 1 liter air bersih.

“Teknologi ini sama sekali tidak menggunakan listrik, sehingga sangat ramah lingkungan. Proses untuk dapat menghasilkan garam maupun air tawar dengan penguapan air laut dalam prisma, air laut disimpan dan melewati proses penguapan membutuhkan waktu selama kurang lebih 1 minggu,” kata dia. (DS)