Pembangunan Tambak Udang Modern Sejahterakan Masyarakat

Jakarta (Indoagribiz) — Pembangunan tambak udang modern berbasis kawasan di Kabupaten Kebumen, Provinsi Jawa Tengah (Jateng) pada tahun 2022 mendatang menjadi salah satu kegiatan program terobosan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Pembangunan tambak udang modern ini diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Direktur Jenderal Perikanan Budidaya, Tb Haeru Rahayu dalam paparannya menegaskan,  salah satu program terobosan KKP yaitu pengembangan perikanan budidaya berbasis ekspor yang didukung oleh riset kelautan dan perikanan, dengan empat komoditas utama yang akan didorong yakni udang, lobster, kepiting dan rumput laut.

Tb Haeru Rahayu yang akrab disapa Tebe ini mengatakan,  KKP mendapatkan tugas untuk meningkatkan produksi udang nasional menjadi 2 juta ton hingga tahun 2024. “Untuk mencapai target tersebut, kami telah menyiapkan beberapa strategi seperti melakukan evaluasi lahan budidaya untuk melihat produktivitas, tingkat kesejahteraan pembudidaya dan dampaknya terhadap ekologi,“ kata Tebe, dalam ketengan persnya, di Jakarta, Selasa (23/11).

Saat mendampingi kunjungan kerja spesifik Komisi IV DPR ke Kabupaten Kebumen (18/11) lalu yang dihadiri oleh Bupati dan Wakil Bupati bersama Forkopimda Kabupaten Kebumen serta perwakilan dari Kementerian Pertanian dan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, lanjut Tebe, pihaknya akan melakukan revitalisasi guna meningkatkan produktivitas lahan tambak tradisional.

Dikatakan, revitalisasi tambak ini i mengusung skema pembangunan kawasan dengan pendekatan klaster di area sekitar 5 hektare (ha) dengan peningkatan teknologi yang dapat meningkatkan produktivitas tambak tradisional namun tetap ramah lingkungan. “Dari sisi biaya, konsep revitalisasi ini tidak terlalu mahal sehingga harapan kami melalui beberapa lokasi percontohan yang telah kami bangun seperti di Buol, Cianjur, Sukamara, Lampung Selatan maupun Aceh Timur, masyarakat dan pengusaha dapat melihat dan dapat mereplikasi kesuksesan yang sudah ada,” kata Tebe.

Strategi berikut KKP, lanjut Tebe , yaitu konsep modelling tambak udang modern dengan luas lahan hingga 1.000 ha, yang akan dibangun percontohannya di Kabupaten Kebumen dengan luas lahan 100 ha. Model ini memiliki sistem pengelolaan dari hulu ke hilir sehingga dapat menekan biaya produksi dan melalui penerapan teknologi dapat meningkatkan produktivitas.

“Sebagaimana arahan dari pimpinan Komisi IV DPR, concern utama kami adalah untuk memberdayakan semaksimal mungkin penduduk di sekitar lokasi kegiatan ini agar dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujarnya.

Tebe menambahkan pembangunan tambak udang berbasis kawasan di Kebumen memicu keterlibatan berbagai pihak seperti pemda untuk persiapan dan pemilihan lahannya, badan layanan usaha sebagai pengelolanya, Unit Pelaksana Teknis KKP sebagai pendamping teknis, serta keterlibatan masyarakat lokal sebagai pekerja yang kita harapkan dapat meningkatkan NTPi.

“Kami juga ingin memastikan bahwa budidaya udang yang nanti akan dilaksanakan di Kebumen ini betul-betul memiliki konsep yang sustain atau ramah lingkungan mulai dari tandonnya akan kita buat, IPAL yang ditata dengan baik, vegetasi lingkungan yang tetap dijaga dengan didukung oleh Ditjen Pengelolaan Ruang Laut KKP serta penerapan SOP yang sesuai dengan kaidah Cara Budidaya Ikan yang Baik (CBIB) dalam pengoperasiannya,” kata Tebe.

Menurutnya, dengan pendekatan pengelolaan penta helix (multipihak) meliputi unsur pemerintah, akademisi, badan atau pelaku usaha, masyarakat, dan media maka ia optimis kekhawatiran (terhadap kendala) yang ada akan bisa dieliminasi.

Sementara itu Wakil Ketua Komisi IV DPR, Dedi Mulyadi selaku ketua rombongan pada kunjungan kerja di Kebumen ini menyatakan, pengelolaan kawasan budidaya tambak udang yang akan dibangun di Kebumen harus bisa dinikmati oleh warga, terdistribusi menjadi ekonomi kerakyatan dan melibatkan banyak orang, karena tujuannya adalah efek ekonomi yang akan timbul dari kegiatan ini.

“Kita tidak akan sepakat kalau anggaran yang mengalir hanya dinikmati oleh satu pengusaha saja, sedangkan masyarakat Kebumen hanya menjadi penonton. Tujuan kita dimanapun adalah mendorong pertumbuhan daerah,” kata  Dedi.

Melalui kunjungan kerja ini, Dedi berharap adanya peningkatan kualitas kehidupan masyarakat dari berbagai program yang telah digulirkan di daerah. “Semoga kunjungan ini dapat memberikan manfaat dan menghasilkan banyak program untuk daerah sehingga hasil kunjungan benar-benar nyata dan dapat memutar perekonomian daerah,” kata Dedi.

Dalam kesempatan yang sama, Bupati Kebumen, Arif Sugiyanto menyampaikan terimakasih kepada Komisi IV DPR dan KKP dalam memperjuangkan program pembangunan kawasan tambak udang di Kabupaten Kebumen. “Insyaallah dengan pembangunan shrimp estate di Kebumen ini akan menggugah pergerakan masyarakat dan memberikan efek yang baik untuk perekonomian Kebumen ke depannya,” kata  Arif.

Dalam kunjungan kerja ini juga dilakukan penebaran 8 ribu benih ikan nila kepada kelompok pembudidaya ikan sistem bioflok di Desa Petanahan, Kebumen. Selain itu, turut diserahkan secara simbolis bantuan benih ikan air tawar sebanyak 60 ribu ekor kepada pembudidaya ikan Kebumen.

Sebelumnya Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono saat telewicara dengan Bupati Kebumen berharap modelling tambak udang di Kebumen dapat menjadi pelopor budidaya udang yang modern di Indonesia dengan hasil produktivitas tinggi dan berkualitas ekspor. Skema budidaya udang akan dilakukan skala besar dengan perencanaan bisnis yang matang dalam pelaksanaannya di mana proses hulu hingga hilir berada dalam satu kawasan. Ia juga mengharapkan dukungan dari seluruh pemangku kepentingan baik di pusat maupun di daerah untuk memajukan sektor kelautan dan perikanan sehingga dapat memberikan kontribusi positif bagi perekonomian nasional dan kesejahteraan bangsa. (dar)

Sumber Foto. Dok: Humas Ditjen Perikanan Budidaya