Peduli Korban Banjir NTT, Asian Agri Salurkan 2.000 Liter Minyak Goreng

Jakarta (Indoagribiz). Asian Agri menyerahkan bantuan 2.000 liter minyak goreng melalui Kementerian Pertanian (Kementan) untuk masyarakat terdampak banjir di Nusa Tenggara Timur (NTT).

 Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Head of Industry & Government Relations Asian Agri, Manumpak Manurung kepada Direktur Tanaman Tahunan dan Penyegar, Kementan, Heru Tri Widarto, di Kantor Kementan.  Selanjutnya, bantuan akan disalurkan ke berbagai posko penanganan bencana yang berada di Kabupaten Flores Timur, NTT.

“Semoga bantuan ini dapat meringankan beban para korban banjir dan kita mendoakan agar musibah ini dapat segera tertangani dengan baik,” kata  Manumpak, dalam siaran persnya, di Jakarta,  Minggu (11/4).

Bersama dengan beberapa perusahaan, Asian Agri turut mendukung penyediaan kebutuhan masyarakat yang terdampak bencana banjir dan menyalurkan bantuannya  melalui Kementerian Pertanian.

Dalam kesempatan tersebut Heru menyampaikan terima kasih atas kepedulain Asian Agri terhadap bencana alam di NTT.  “Semoga ini dapat membantu dan bermanfaat bagi  saudara-saudara kita di NTT dan menjadi berkah bagi Asian Agri,” ujar Heru.

Seperti diketahui, Asian Agri merupakan salah satu perusahaan swasta nasional terkemuka di Indonesia yang memproduksi minyak sawit mentah (CPO) sejak tahun 1979. Hingga kini Asian Agri mengelola 100.000 hektar (ha) kebun kelapa sawit dan mempekerjakan sebanyak 25.000 orang.

Sebagai perintis program Perkebunan Inti Rakyat Transmigrasi (PIR-Trans), Asian Agri telah bermitra dengan 30.000 petani plasma di Riau dan Jambi yang mengelola 60.000 ha kebun kelapa sawit. Perusahaan juga membina kemitraan dengan petani swadaya untuk membawa dampak positif terhadap kesejahteraan dan peningkatan ekonomi petani.

Dengan menerapkan kebijakan tanpa bakar dan praktik pengelolaan kebun secara berkelanjutan, Asian Agri membantu petani mitra untuk meningkatkan produktivitas, hasil panen, kemamputelusuran rantai pasok, sekaligus mendukung mereka memperoleh sertifikasi. Pabrik Asian Agri menerapkan teknologi terbaik memanfaatkan energi hijau yang dihasilkan secara mandiri, dalam rangka meminimalisasi emisi gas rumah kaca.

Lebih dari 86% dari perkebunan inti Asian Agri di Provinsi Sumatera Utara, Riau & Jambi serta 100% perkebunan petani plasma di Provinsi Riau & Jambi telah bersertifikat RSPO (Roundtable on Sustainable Palm Oil). Pada saat yang sama, ISCC (International Sustainability & Carbon Certification) telah dicapai oleh seluruh kebun baik yang dimiliki oleh Asian Agri maupun petani binaannya. Seluruh unit bisnis dalam naungan Asian Agri telah memperoleh sertifikat ISPO (Indonesian Sustainable Palm Oil).

Keberhasilan Asian Agri menjadi salah satu perusahaan produsen CPO terkemuka telah diakui secara internasional dengan sertifikasi ISO 14001 untuk semua operasinya. Learning Institute di Pelalawan, Riau, serta pusat pembibitan di Kampar, Riau, juga telah bersertifikat ISO 9001. Selain itu, pusat penelitian dan pengembangan Asian Agri di Tebing Tinggi juga telah memperoleh sertifikasi oleh International Plant – Analytical Exchange di lab WEPAL di Wageningen University di Belanda, untuk standar yang tinggi. (ind)