Para punggawa upsus pajale.

INDOAGRIBIZ–Gerakan percepatan tanam pada musim tanam Oktober-Maret 2017/2018 akan mempertahankan capaian swasembada pangan nasional, khususnya komoditas beras dan bawang merah. Sebagai salah satu daerah dengan sumbangan produksi padi yang signifikan di wilayah Sumatera, Lampung diharapkan menjadi motor peningkatan produksi padi. Untuk itu, diperlukan sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah dan juga masyarakat dalam mewujudkan target swasembanda pangan.

Inspektur Jenderal Kementerian Pertanian, Justan Riduan Siahaan, para petugas lapangan, kepala cabang dinas/mantri tani dan tim teknis harus mengenali titik kritis, atau risiko, yaitu kejadian yang dapat menghambat tercapainya program. Pengenalan risiko menjadi titik awal pembangunan prosedur atau kebijakan memitigasi risiko.

“Harapannya, persoalan yang dimungkinkan muncul dan menghambat tercapainya sasaran tanam, dapat segera ditangani dan tidak terdapat hambatan berarti untuk meningkatan produksi padi,” ujarJustan saat memberikan arahan pada kegiatan rekonsiliasi data luas tambah tanam dan rancangan percepatan tanam Musim Tanam Oktober – Maret 2017/2018 di Kabupaten Lampung Tengah, Lampung Timur dan Kota Metro, yang diselenggarakan di ruang Pertemuan Wisma Centrum GKSBS di Jl. Yos Sudarso 15 Polos – Metro Pusat Lampung, pada Senin (23/10).

Hadir dalam acara tersebut Inspektur I Kementerian Pertanian Susanto, Kepala BPTP Lampung R. Arivin, para Kabid Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Lampung, Pasiter Korem 043/Garuda Hitam, Dandim o411/LT Letkol Letkol Jajang Kurniawan Dandim, Para Kepala Dinas Pertanian, KCD tiga kabupaten serta petugas pengolah data.

Sementara itu, Susanto, selaku penanggung jawab UPSUS Kabupaten Lampung Tengah, Lampung Timur dan Kota Metro menekankan pentingnya pengelolaan data yang akurat untuk mendukung pencapaian sasaran tanam.“Jangan sampai salah dalam menetapkan target dikarenakan input data yang kurang tepat,” kata dia sebagaimana dikutip dari laman resmi Kementerian Pertanian, Kamis (26/10),

Untuk itu, lanjut dia, perlu dilakukan update-ing luas lahan produktif pada musim tanam Oktober – Maret tahun ini. Dalam kesempatan tersebut, Susanto dibantu oleh tim penanggung jawab Upsus kabupaten dari Pusat beserta KCD dan tim teknis tingkat kecamatan merumuskan strategi pencapaian luas tambah tanam hingga tingkat desa. “Harapannya, kalaupun ada kendala sampai dengan tingkat desa dan kelompok, penangannya terfokus,” pungkas dia. [MOH]

Foto : laman resmi Kementan