Lahan gambut

INDOAGRIBIZ–Gambut sebagai salah satu lahan basah yang sangat penting untuk pertanian saat ini banyak dipermasalahkan terutama terkait dengan dampaknya terhadap perubahan iklim. Sejumlah pakar mengungkapkan pemanfaatan lahan gambut untuk budidaya pertanian ataupun perkebunan untuk menyediakan bahan pangan bukan penyebab utama perubahan iklim.

“Secara ilmiah pembukaan lahan gambut untuk pertanian tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap perubahan iklim,” terang pengajar Institut Pertanian Bogor (IPB) Dr Rahmat Hidayat dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Minggu (10/12).

Hal senada dinyatakan Ketua Balai Penelitian Sumber Daya Lahan Pertanian (BPSDLP) Prof Dr Dedi Nursamsi bahwa lahan basah sangatlah penting digunakan untuk kecukupan pangan dan menopang perekonomian daerah dan nasional. “Pertumbuhan penduduk yang cepat di satu sisi dan keberbatasan lahan untuk pemenuhan pangan menjadikan gambut sebagai pilihan lahan budidaya,” katanya.

Sementara itu peneliti Kelompok keilmuan Astronomi, FMIPA, ITB DR Dhani Herdiwijaya menyatakan, perubahan iklim lebih didominasi oleh faktor di luar bumi yakni sistem tata surya di alam semesta, bukan karena pemanfaatan lahan gambut.

Menurut Dhani, variasi energi matahari terhadap atmosfer bumi dan gravitasi matahari terhadap orbit bumi adalah dua faktor utama yang memicu perubahan iklim baik menyangkut pemanasan global (global warming) maupun pendinginan global (global cooling). “Cuaca dan iklim juga bergantung pada interaksi dan integrasi dari sistem atmosfer, lautan, daratan, dan lingkungan antariksa,” katanya.

Dalam hal ini, tambah dia, manusia hanyalah sebagai bagian kecil dari kinerja sistem terintegrasi alam dan semesta. Dhani juga mengungkapkan, bumi tidak hanya mengalami pemanasan global (global warming) namun juga pendinginan global (global cooling), yang disebabkan faktor internal yaitu Aerosol dari hasil letusan gunung api. Faktor eksternal berupa aktivitas matahari rendah yang kontinu, Iradiansi Matahari rendah sehingga suhu menjadi dingin. [moh]