Mentan Panen Raya Bawang Merah di Bima Pastikan Produksi Tercukupi
Indoagribiz – Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo pada Kamis
melakukan panen raya bawang merah di Kabupaten Bima Provinsi Nusa
Tenggara Barat (NTB) guna memastikan produksi atau ketersediaan dalam
negeri tercukupi.
Dalam kegiatan tersebut, Mentan Syahrul bersama Bupati Bima Indah
Dhamayanti Putri melakukan panen bawang merah di areal seluas 45
hektare di Desa Risa, Kecamatan Woha, Bima, NTB.
“Saya meminta jajaran Kementerian Pertanian untuk bekerja sama dengan
pemerintah daerah guna mewujudkan NTB menjadi penyangga pangan
nasional. Oleh karena itu, kinerja pertanian harus dimasifkan sehingga
produksi komoditas andalan NTB seperti bawang, jagung dan padi
meningkat,” kata Syahrul melalui keterangan tertulis yang diterima di
Jakarta, Senin (22/6).
Menurut Syahrul, saat ekonomi dunia melambat, sektor pertanian
berperan penting dalam mencukupi kebutuhan pangan rakyat. Oleh karena
itu, ia berkomitmen untuk menggenjot produksi bawang merah khususnya
di Kabupaten Bima sebagai penyangga nasional.
Luas tanam bawang merah di Kabupaten Bima mencapai 11 ribu hektare.
Pasa masa pandemi COVID-19 ini, Syahrul menyebutkan sektor pertanian
salah satunya komoditas bawang merah merupakan sektor yang menjanjikan
dari melemahnya perekomian saat ini.
Syahrul meminta pemerintah daerah bersama para petani untuk menyusun
langkah manajemen yang baik. Pengembangan pertanian NTB harus didukung
dengan sistem pengairan yang baik dan akses pembiayaan terhadap petani
melalui fasilitas dari pemerintah berupa Kredit Usaha Rakyat (KUR).
“Bawang harganya bisa naik turun sehingga kita harus punya manajemen
yang bagus. Untuk jagung, dryer harus diperkuat sehingga pergudangan
akan makin kuat jadi kita harus atur penyimpanan yang bagus. Kalau
perlu ambil modal dari KUR untuk setiap kabupaten,” ujar dia.
Pada kesempatan yang sama Bupati Bima, Indah Dhamayanti Putri
mengungkapkan harga bawang yang diproduksi petani NTB khususnya
Kabupaten Bima melonjak dari harga sebelumnya.
Indah menuturkan produksi petani Bima terus meningkat. Pemerintah
Kabupaten Bima berkomitmen menyukseskan produksi bawang merah, padi,
jagung dan komoditas yang menjadi unggulan petani Bima.
“Dukungan dari Kementerian Pertanian untuk keberlangsungan petani kami
dari bibit, pupuk maupun alsintan (alat mesin pertanian) sangat kami
harapkan, dan tentunya dukungan yang selama ini diberikan kepada kami
dan para petani, kami ucapkan banyak terima kasih,” kata Indah.
Ekspor komoditas bawang berasal dari petani di Pulau Sumbawa melalui
pelabuhan Badas, Poto Tano, Bima dan Sape tahun 2018 sebanyak 23.100
ton, tahun 2019 produksi sebanyak 24.100 ton dan tahun 2020 (hingga 26
Mei tahun 2020) sebanyak 1.300 ton .
Berdasarkan data Early Warning System (EWS) prediksi Ditjen
Hortikultura pada bulan Mei-Agustus 2020, terdapat produksi sebanyak
348.343 ton sedangkan kebutuhan sebesar 342.598 ton, sehingga terdapat
surplus sebesar 5.745 ton.
Ada pun luas tanam bawang merah secara Nasional selama periode
Januari-Mei 2020 tercatat seluas 74.083 hektare (ha) dengan rincian
bulan Januari seluas 17.472 ha, Februari seluas 14.739 ha, Maret
seluas 14.278 ha, April seluas 14.088 ha dan Mei seluas 13.506 ha.