Jepara(IndoAgribiz). Pabrik pakan BBPBAP Jepara disetting memiliki kapasitas produksi hingga 400 kg per jam. Melalui para ahli nutrisi yang dimiliki, produk pakan telah terbukti memiliki performance kualitas yang baik, hal ini dibuktikan dengan respon masyarakat pembudidaya yang menyatakan puas atas kinerja pakan yang digunakan. “Kami terus berupaya melakukan uji terap sekaligus evaluasi terhadap performance dan respon pembudidaya terhadap penggunaan pakan produk balai ini”, pungkas Sugeng.

Yang menggembirakan, saat ini produk pakan BBPBAP Jepara juga telah mendapat respon positif dari pembudidaya lele di Kampung Lele Boyolali. Sebagaimana diakui Sri Widodo salah seorang pembudidaya lele, bahwa pakan BBPBAP Jepara justru tidak kalah kualitas dengan pakan pabrikan.

“Kami telah buktikan bahwa pakan produksi BBPBAP Jepara kualitasnya sama dengan pabrikan, justru kami mendapatkan nilai tambah karena harganya cenderung lebih murah. Dengan FCR mencapai 0,7-0,8, kami mampu meraup nilai tambah keuntungan hingga 3.000 rupiah per kg”, aku Widodo saat dikonfirmasi. Pada 2017 ini BBPBAP Jepara menargetkan bantuan pakan mandiri sebanyak 40 ton pada kelompok pembudidaya di sentra budidaya lele (kampong lele) Kabupaten Boyolali.

Kepala BBPBAP Jepara, Sugeng Raharjo, mengungkapkan bahwa rahasia kualitas pakan ada pada formulasi yang digunakan. Menurutnya, tantangan pakan adalah bagaimana menjamin agar efsiensi pakan bisa ditingkatkan atau rasio konversi pakan (feed conversition rate) bisa ditekan. “Kami berhasil menyusun sebuah formulasi dengan penambahan enzim untuk meningkatkan kecernaan pakan. Ini penting agar pakan lebih banyak dimanfaatkan untuk pertumbuhan ikan”, ungkap sugeng.