INDOAGRIBIZ. Ada yang berbeda pada pelaksanaan bazar yang digelar Kementerian Kelautan dan Perikanan kali ini. Ialah kampanye laut bebas plastik yang digaungkan dalam bazar tersebut. Hal ini bertujuan untuk mengurangi penggunaan kantong plastik. Sebab tidak dapat dipungkiri banyak kantong plastik digunakan oleh pedagang dan pembeli.

“Maka itu, kami serukan seluruh pengunjung bazaar lingkup KKP agar membawa tas belanja ramah lingkungan dilakukan satu hari sebelum pelaksanaan kampanye,” ujar Esti Budiyarti, Kabag Hukum, Kerjasama dan Humas Ditjen PDSPKP, dalam siaran persnya yang diterima indoagribiz.com.

Seperti diketahui, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menggelar Bazaar KKP di area parkir Kantor KKP Gedung Mina Bahari 3, pada 7-8 September 2017. Bazar ini sebagai sarana promosi produk perikanan sekaligus mendekatkan produk perikanan dengan konsumen, serta mengenalkan produk hasil inovasi hasil perikanan.

Esti menjelaskan, pedagang yang mengikuti bazaar terdiri dari 42 pedagang produk perikanan dan 60 pedagang non produk perikanan. Total omset yang diperoleh pedagang produk perikanan sekitar Rp 200-Rp 300 juta, dengan produk yang ditawarkan adalah olahan ikan, ikan beku, ikan segar, olahan rumput laut, kuliner ikan, siomay, bandeng crispy, ikan segar dan beku.

Kegiatan Kampanye yang berjudul “Gerakan Bersama Singkirkan dan Urusi Sampah Plastik disingkat BUSUSI” diinisiasi oleh Irwan Fakhri Kabag Kinerja Biro Perencanaan KKP dan Esti Budiyarti Kabag Hukum Kerja Sama dan Humas Ditjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan yang baru-baru ini mengikuti diklat Reform Leader Academy yang dilaksanakan Lembaga Administrasi Negara.

Hari pertama bazaar, Panitia Kampanye membagikan Pin Laut Indonesia Bebas Sampah Plastik kepada pedagang bazaar, sekaligus menitip pesan agar pedagang tidak menawarkan kantong plastik kepada pembeli. Hampir seluruh pedagang bazaar KKP menerima pesan tersebut dan meneruskan pesannya kepada pembeli.

Hari kedua, Kampanye Laut Bebas Plastik melakukan penggalangan dukungan pengunjung bazaar berupa pengumpulan tanda tangan komitmen, swipping kantong plastik diganti dengan kantong ramah lingkungan dan wawancara singkat kepada pedagang bazaar dan beberapa pengunjung baik pejabat KKP maupun masyarakat umum. “Saya sangat mendukung kegiatan ini dan tidak keberatan untuk menanyakan apakah bapak/ibu membawa tas sendiri,” ungkap salah satu pedagang.

Menurut Esti, upaya ini merupakan langkah sederhana namun bermakna besar dalam menyadarkan atas besarnya kontribusi sampah plastik Indonesia ke laut dan pentingnya pengurangan kantong plastik. Membawa tas belanja sendiri untuk setiap kali berbelanja dan membawa botol minuman sendiri untuk mengurangi penggunaan botol minuman sekali pakai, katanya, adalah benang merah atas terwujudnya laut Indonesia bebas sampah plastik agar menghasilkan ikan yang sehat untuk mendukung kebutuhan protein manusia.

Di awal kampanye, Dirjen PDSPKP Nilanto Perbowo sempat memberikan seruan tegas agar memulai bersama bergerak untuk menggunakan plastik seminimal mungkin. “Kita gantikan dengan bahan yang lain, apakah dengan kain bahkan kertas sebagai alat untuk menyimpan, membawa produk apapun yang kita gunakan selama ini agar supaya mengurangi beban lingkungan yang semakin berat akibat pencemaran yang ada,” ajak Nilanto.

Ibu-ibu Darma Wanita Persatuan KKP dan berbagai instansi di sekeliling KKP seperti Pomad, Kementerian Pertahanan, Kementerian Komunikasi dan Informatika serta pengunjung tetap bazaar pun turut mendukung kampanye ini. (NK)