Optimalisasi Lahan Marginal, Mentan SYL Panen Padi di Pulang Pisau

Kalteng (Indoagribiz). Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo melakukan kunjungan kerja di Desa Gadabung Kecamatan Pandih Batu Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Tengah, Rabu, (10/2) lalu. Dalam kunjungan kerja tersebut,  Mentan SYL didampingi Gubernur Kalimantan Tengah, Sugianto Sabran, Bupati Pulang Pisau, Edy Pratowo, serta jajaran pejabat eselon satu Kementerian Pertanian menyaksikan panen padi di kawasan food esate Kalteng. 

Menurut Mentan SYL, food estate merupakan upaya Kementerian Pertanian (Kementan) menjawab peningkatan pertumbuhan penduduk dan kebutuhan  pangan dengan mengoptimalkan lahan-lahan marjinal seperti lahan rawa pasang surut. Optimalisasi lahan marginal tersebut sekaligus untuk memacu produksi,  melalui perluasan areal dan peningkatan produktivitas.

“Sebagaimana arahan Bapak Presiden,  kita harus menggunakan cara-cara baru dengan pendekatan teknologi dan memperluas skala cara bertani kita,” kata Mentan SYL, dalam siaran persnya, di Kalsel, Kamis (11/2).

Seperti diketahui, total areal food estate di Kalteng seluas  164.598 ha. Sedangkan untuk Kabupaten Pulang Pisau seluas 10 ribu ha.

Menurut Mentan SYL, pengelolaan dan penanganan pertanian setiap daerah tidaklah sama. Persoalan pertanian itu selalu dinamis.

“ Jadi, kelompok tani harus lebih kuat. Yang perlu diperhatikan itu adalah saling kerja sama, jangan saling menyalahkan, dan sempurnakan yang kurang,” kata Mentan SYL.

Sementara itu, Gubernur Kalteng, Sugianto Sabran, menyampaikan bahwa program food estate tahun 2020 di Kalteng berjalan cukup baik dan lancar. Kawasan yang sudah dipanen seluas 2.875 ha,  dari total luas yang ditaman 18.879 ha. “ Tentunya, setiap hari akan terus bertambah,” jujar Sugianto.

Mengenai berita gagal panen yang sempat beredar, Gubernur Sugianto menjelaskan bahwa dirinya beserta jajaran Forkopimda bergerak cepat menge-cek ke lapangan.

“Kami bersama Pak Kapolda, Pak Danrem, hari Selasa, 9 Februari lalu sudah mengunjungi empat titik. Memang, dalam tahap awal membangun, ada kekurangan. Tapi dengan dukungan pemerintah pusat terutama dari Bapak Menteri Pertanian, Insyaa Allah program ini akan lebih baik dan bisa menjadi contoh nasional,” kata Sugianto.

Di akhir sambutannya, Mentan SYL menyampaikan bahwa food estate Kalteng bisa menjadi sesuatu yang besar. Tantangannya menurutnya adalah serangan hama, cuaca yang ekstrim dan kerajinan petaninya.

“Kalau di lahan rawa hasil panennya bisa lima ton per hektar, itu sangat membanggakan. Oleh karena itu, melawan covid dengan bukan hanya dengan vaksin tapi juga dengan ketersediaan pangan yang mantab,” pungkas Mentan SYL. (ind)