BPS : Agustus 2020, NTP dan NTUP Naik Signifikan
Jakarta – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat adanya kenaikan Nilai
Tukar Petani (NTP) pada Agustus 2020. Kenaikan ini bahkan nilainya
cukup signifikan, yakni sebesar 100,65 atau 0,56 persen (m to m).
Selain itu, kenaikan juga terjadi pada Nilai Tukar Usaha Pertanian
(NTUP) Agustus 2020, dimana angkanya mencapai 100,84 atau 0,31 persen
(m to m).
Kepala BPS Kecuk Suhariyanto mengatakan, kenaikan NTP dan NTUP
disebabkan Indeks Harga yang diterima petani (It) jauh lebih besar
ketimbang indeks harga yang dibayar petani. Dalam catatanya, indeks
harga yang diterima naik sebesar 0,39 persen.
“NTP Bangka Belitung menjadi angka yang tertinggi yaitu sebesar 3,64
persen. Sebaliknya, NTP Provinsi Maluku turun terbesar 1,21 persen,”
ujar Suhariyanto, dikutip dari laman resmi Kementerian Pertanian,
Sabtu (5/9).
Meski demikian, kata dia, ada dua subsektor turunan pangan yang
mengalami penurunan. Keduanya adakah subsektor hortikultura dan
peternakan. Namun, baik NTP maupun NTUP pada Januari-Agustus secara
keseluruhan terus membaik, yaitu berada di angka 101,21.”Kami mencatat
indeks harga yang dibayar mengalami penurunan sebesar 0,17 persen,”
katanya.
Kuntoro Boga Andri, Kepala Biro Humas dan Informasi Publik bersyukur
indikator kesejahteraan petani ini makin baik. Ia mengatakan ini buah
hasil kerja keras petani, semua pelaku usaha, dan pemerintah di sektor
pertanian.
Sebagai informasi, NTP merupakan salah satu indikator kemampuan daya
beli petani di pedesaan. Dari NTP, dapat pula diketahui daya tukar
(terms of trade) produk pertanian dengan barang dan jasa yang
dikonsumsi maupun untuk biaya produksi.
Sebelumnya, kontribusi sektor pertanian terhadap produk domestik bruto
(PDB) juga mengalami kenaikan, khususnya pada kuartal II/2020.
Pertanian menjadi satu-satunya sektor dari lima penyangga utama PDB
yang tumbuh positif sepanjang periode ini.
Sumber foto : laman resmi Kementerian Pertanian