Nelayan Tegal Sepakat Gunakan Alat Tangkap Ramah Lingkungan

Jakarta (Indoagribiz). Agar sumber daya ikan berkelanjutan, sudah sepatutnya nelayan menggunakan alat tangkap ikan ramah lingkungan. Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kota Tegal pun siap menggunakan Alat Penangkap Ikan (API) ramah lingkungan untuk menunjang pekerjaannya di laut.

Ketua HNSI Kota Tegal Riswanto saat beraudiensi dengan  Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono, mengatakan, sebanyak 15.000 nelayan siap berubah dan mengganti alat tangkap yang lebih ramah lingkungan.

“ Kami akan deklarasikan. Kami siap diatur. Semoga kita bisa selalu berkolaborasi dan bersinergi untuk sama-sama dalam menyejahterakan nelayan,” ujar Riswanto di depan  Menteri Trenggono, di Jakarta, Jumat (12/2).

Dalam pertemuan itu ikut serta Wakil Walikota Tegal,  Muhammad Jumadi Idris beserta jajarannya mendampingi para nelayan.  Para nelayan, tak hanya mendukung rencana KKP mengatur penggunaan API.

Menurut Riswanto, pihaknya  juga bercerita tentang pelaksanaan asuransi bagi nelayan dengan kegunaan yang menyeluruh. Diharapkan, regulasi yang akan dikeluarkan oleh KKP akan menyejahterakan nelayan

Dalam pertemuan tersebut, Menteri Trenggono mengajak nelayan pesisir Kota Tegal untuk beralih ke alat tangkap yang ramah lingkungan demi keberlanjutan lingkungan.

Menteri Trenggono juga akan memikirkan kesejahteraan nelayan. Salah satunya dengan rencana penerapan asuransi untuk nelayan yang menyeluruh, meliputi asuransi kesehatan, kecelakaan, dan jaminan hari tua.

“Dunia semakin berkembang. Indonesia pun selalu berkembang. Kita tidak boleh overfishing. Kita akan ganti alat tangkap yang berbahaya bagi lingkungan menjadi alat tangkap yang lebih ramah lingkungan. Kita perlu saling pengertian. Saya sebagai nahkoda kapal besar KKP ini akan melindungi agar tetap produktif,” papar  Menteri Trenggono.

Selain membahas penggunaan alat tangkap yang ramah lingkungan, Menteri Trenggono juga menaruh perhatian pada pengembangan kawasan pelabuhan Tegal.  Ia mengajak pemerintah kota Tegal dan nelayan untuk mengembangkan kawasan pelabuhan yang lebih baik  agar menjadi pelabuhan yang memiliki berbagai fungsi di dalamnya, salah satunya untuk pariwisata.

Wakil Walikota Kota Tegal Muhammad Jumadi Idris pun mendukung gagasan tersebut. Bahkan Jumadi   berharap dapat melakukan pengembangan terhadap pelabuhan Kota Tegal agar dapat menjadi salah satu daya tarik dari wilayahnya.

“Kami sudah melihat pelabuhan yang butuh perbaikan. Mudah-mudahan bisa berubah dan menjadi bagus. Bisa menjadi daya tarik wilayah Tegal,” papar Jumadi.

Sebelumnya, Menteri Trenggono telah memerintahkan jajaran eselon I seperti Sekjen KKP Antam Novambar dan Plt. Dirjen Perikanan Tangkap M. Zaini untuk melakukan roadshow_ke nelayan di wilayah Pantura mensosialisasikan penggunaan API yang ramah lingkungan. (ind)