Milenial, Meraup Untung dari Bisnis Pertanian
Jakarta – Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Biro Humas dan
Informasi Publik untuk sekian kalinya menggelar acara Tik-Talk (Tani
Inspiratif Kekinian Talkshow). Acara yang mengangkat tema “Milenial
Indonesia Lebih Baik Jadi Petani” ini digelar di House of Tani (HOT)
di Kementerian Pertanian Jakarta, Jumat (23/10).
Acara yang merupakan rangkaian Hari Pangan Sedunia 2020 ini dikemas
dalam acara bincang santai. Kepala Biro Humas dan Informasi Publik
Kementan, Kuntoro Boga Andri menyampaikan bahwa regenerasi petani
merupakan kunci utama dalam menjaga ketahanan pangan nasional. Oleh
karena itu, ia berharap petani milenial dapat menjadi inspiratif bagi
seluruh anak muda Indonesia.
“Pangan adalah kebutuhan seluruh umat manusia dan Petani adalah kunci
utama dalam menjaga ketahanan pangan kita” ujar Kuntoro dikutip dari
laman resmi Kementerian Pertanian, Selasa (27/10).
Dedi Mulyadi, pengusaha beras organik menyampaikan bahwa kata kunci
bisnisnya adalah keberanian dan inovasi.
“Selain berinovasi kita juga tidak boleh sendirian. Sebagai petani
kita perlu tergabung dalam kelompok tani untuk menambah pengetahuan,”
ujarnya.
Usaha Dedi sebagai petani mengantongi omzet bersih hingga Rp 100 juta
per bulan.”Jika keberanian sudah tertanam dalam diri, maka bukan tidak
mungkin Indonesia memiliki konglomerat muda yang berasal dari sektor
pertanian,” tegasnya.
Sementara itu, Petani dan Pengusaha Hortikultura, Agus Ali Nurdin
menyampaikan “Kunci sukses bisnis ini hanya satu, tanam tanam dan
tanam. Karena sejatinya manusia membutuhkan makanan dan produksi akan
berjalan setiap harinya,” ujarnya.
Petani milenial yang pernah ikut magang Kementan di Jepang ini juga
menceritakan bahwa penghasilnya dari usaha tani bisa mencapai Rp 500
juta per bulan. Bahkan saat ini hasil sayurannya mampu disuplai ke
berbagai outlet, mall dan restoran Jepang yang ada di Jakarta.
Peternak telor ayam kampung, Pradizzia Triane Intan atau biasanya
dipanggil Ichi juga mengaku sangat termotivasi dengan pengusaha muda
lainnya yang sukses mengembangkan usaha ternak. Diusia yang masih
muda, Ia berhasil mengembangkan Ichick Farm, yaitu bisnis ayam petelur
di Bogor.
Alumni Polbangtan Bogor tahun 2019 ini termotivasi dari program
Penumbuhan Wirausahawan Muda Pertanian (PWMP) di Kampusnya.
Menurutnya, bisnis pertanian maupun peternakan akan selalu menjanjikan
karena setiap hari orang makan, di situlah potensi bisnis pertanian
dan peternakan.
Ia menceritakan bahwa diawal merintis bisnis, ia mengelola sendiri
bisnisnya mulai dari menyiapkan ayam, membersihkan kandang, pemasaran
door to door ke kedai-kedai di Bogor, hingga membuat konten untuk
Instagram @ichick.farm. Kerjasama dengan start up, minimarket di
Bogor, dan melalui ojek online Go-send/Grab Express.
“Sebagai alumni dari Polbangtan Bogor saya ingin memanfaatkan ilmu
yang saya dapat ketika di Polbangtan. Saya berharap juga bisa
memberikan lapangan pekerjaan untuk masyarakat sekitar,” ujarnya.