Mentan SYL Optimalkan Serap Gabah Petani Barru

Barru (Indoagrobiz). Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (Mentan SYL) melakukan panen dan mengoptimalkan serap gabah di daerah sentra produksi, salah satunya Sulawesi Selatan (Sulsel). Usai panen dan serap gabah di Kabupaten Maros, Mentan SYL  lanjut panen dan serap gabah petani Kabupaten Barru.

Menurut Mentan SYL, Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Komando Strategi Penggilingan (Kostraling) bersama mitra yakni Bulog, Persatuan Pengusaha Penggilingan Padi dan Beras (Perpadi), TNI, Polri. Serap gabah ini juga melibatkan perbankan dalam menyediakan dana KUR.

Dikatakan, yang paling penting ditekankan pemerintah ini adalah meningkatkan produktivitas dan mengamankan stok beras. Panen sekaligus serap gabah di Kabupaten Barru ini merupakan bentuk komitmen bersama dengan Bulog, penggilingan, TNI, Polri dan disupport KUR perbankan untuk meminimalisir dinamika harga saat panen raya.

“ Kita harapkan harga panen petani minimal sesuai standar HPP (Harga Pembelian Pemerintah,-red). Kementan bersama Bulog dan penggilingan sudah bikin kesepakatan kesanggupan serap gabah,” kata SYL acara panen dan serap gabah yang dihelat lahan padi Kelompok Tani Makkatutue, Desa Lawallu Kecamatam, Soppeng Riaja, Kabupaten Barru, Senin (22/3).

Menurut SYL, penyerapan gabah petani dengan mengoptimalkan peran Kostraling yang di dalamnya terhimpun pengusaha penggilingan-penggilingan kecil dan selanjutnya diserakan ke Bulog. Kostraling adalah pioner di lapangan dan menjadi Bulog-Bulog kecil sehingga hasil panen petani benar-benar dipastikan terserap dan dibantu tingkatkan kualitasnya.

“Melalui Kostraling, Kementan mendorong Bulog untuk optimalisasi serapan, serta mendorong petani meningkatkan kualitas gabah sesuai standar yang berlaku,” paparnya.

SYL mengaku serap gabah petani turut didorong dan dikawal oleh Tim Gerakan Serap Gabah Petani (GSGP) Tim ini sudah berjalan melakukan serap gabah di berbagai daerah, salah satunya di Kabupaten Barru ini.

“Pemerintah memastikan melakukan serap gabah secara maksimal di semua daerah dan turun di lokasi panen,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Direktur Jenderal Tanaman Pangan,  Suwandi mengatakan, serap gabah di Kabupaten Barru dipastikan berjalan maksimal.  Hal itu, dikarenakan  di Kabupaten Barru sudah ada Kostraling yang berjalan dengan baik. Contohnya, Kostraling kapasitas 10 ton per hari sudah dikelola Gabungan Kelompok Tani Maccolliloloe, Desa Siddo Kec. Soppeng Riaja.

“Kementan optimal melakukan upaya-upaya penanganan panen dan pasca panen untuk menjaga agar harga gabah/beras petani menguntungkan serta melakukan juga percepatan tanam Musim Tanam-II,” papar Suwandi.

Sementara itu, Bupati Barru, Suardi Saleh mengapresiasi dukungan pemerintah terutama Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) yang membantu penuh agar harga gabah petani di musim panen raya ini tidak anjlok.  Di Kabupaten Barru, sebagai salah satu sentra produksi padi memang harus dilakukan langkah antisipasi harga.

Dikatakan, sesuai ubinan BPS,  produktivitas padi saat ini naik menjadi 8 ton per hektar (ha), dibanding tahun 2020 yang hanya 6,11 ton per ha. Sedangkan indek pertanaman sudah tiga kali setahun.

“ Alhamdulillah harga gabah saat ini masih bagus yakni Rp 4.500 – Rp 5.600 per kilogram. Dengan adanya gerakam sergap ini, benar-benar menjaga harga,” tuturnya.

Menurut Suardi, luas tanam padi 2020 se Kabupaten Barru 18.718 ha, melibatkan 731 kelompok tani dan 18.275 petani. Sedangkan produksi beras pada  tahun 2020 sebanyak  75.789 ton dengan angka konsumsi beras 20.054 ton.

Suardi juga mengatakan, luas panen padi Sulsel pada Maret 2021 mencapai 125 ribu hektar (ha). Sedangkan, luas panen  padi pada April 2021 mencapai 231 ribu ha ,atau hampir dua kali lipat panen Maret.

“Kita peroleh neraca surplus sebesar 55.735 ton. Untuk mempertahankan dan meningkatkan produksi dan kualitas beras 2021 ini, kami usulkan bantuan hilirisasi ke Kementerian Pertanian berupa combine harvester 5 unit, dryer 3 unit, rice milling unit (RMU) atau penggilingan padi 5 unit,”  kata Suardi.

Berdasarkan laporan Tim GSGP Kementan secara terpadu bersama Kostraling, Pemda dan Bulog, kegiatan serap gabah petani sudah bergerak ke Banten menyerap 53.000 ton gabah, Yogyakarta 74.775 ton, Jambi 8.000 ton, Lampung 25.000 ton, dan  Sragen 17.580 ton. Kemudian, Karanganyar 1.500 ton, Boyolali 24.092 ton, Grobogan 24.000 ton, Nganjuk 26.592 ton dan Maros 2.000 ton. Kemudian realisasi serap gabah, di Kecamatan Terisi Kabupaten Indramayu 750 ton dan beberapa kabupaten lainnya. (ind)