Dalam Pertemuan G20, Mentan SYL Beberkan Capaian dan Program Terobosan
Jakarta – Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (Mentan SYL)
menghadiri pertemuan virtual Menteri Pertanian dan Irigasi G20, Sabtu
malam (12/9). Pertemuan G20 kali ini, mantan Gubernur Sulawesi Selatan
dua periode ini menekankan peran penting sektor pertanian dan capaian
pertanian Indonesia di tengah tantangan pandami covid 19 dan juga
program terobosan menghadapi new normal.
Mentan menegaskan pertemuan ini sangat penting dalam upaya akselerasi
pembangunan pertanian mengingat peran sektor pertanian di tengah
dampak pandemi covid 19 menjadi penyelamat perekonomian negara. Oleh
karena itu, pertemuan ini merupakan wadah untuk dapat saling berbagi
pandangan dalam rangka pencapaian pertanian berkelanjutan dan
ketahanan pangan.
“Merupakan suatu kehormatan bagi saya dapat berbicara pada Pertemuan
Virtual Para Menteri Pertanian dan Irigasi G20. Peran sektor pertanian
di Indonesia saat ini cukup signifikan, yang terlihat dari
kontribusinya terhadap total PDB mencapai 14 persen dan menyediakan
lapangan kerja bagi hampir separuh total penduduk,” papar Mentan SYL
dikutip dari laman resmi Kementerian Pertanian, Selasa (15/9).
Hadir Menteri Abdulrahman A. Alfadley, Kerajaan Saudi Arabia selalu
tuan rumah penyelenggara Menteri Pertanian dan Irigasi G20, para
Menteri Pertanian dan Irigasi anggota G20, perwakilan negara dan hadir
juga dari organisasi internasional.
Lebih lanjut Mentan SYL membeberkan ditengah keterbatasan akibat
pandemi Covid-19, pemerintah Indonesia terus mendorong peran penting
sektor pertanian dalam menciptakan lapangan kerja di pedesaan,
memberikan perlindungan sosial, meningkatkan pendapatan keluarga
petani, serta memastikan ketahanan pangan nasional.
Untuk menjaga ketersediaan pangan bagi seluruh masyarakat di era
normal baru, Kementan hingga saat ini telah mengembangkan seperangkat
kebijakan yang disebut dengan 4 Cara Bertindak.
“Pertama, meningkatkan kapasitas produksi melalui percepatan tanam
padi, konversi lahan suboptimal menjadi lahan pertanian dan perluasan
areal kawasan budidaya baru untuk komoditas strategis,” bebernya.
Kedua, sebut SYL, melakukan diversifikasi pangan lokal melalui
pengembangan diversifikasi pangan berbasis kearifan lokal dan
pemanfaatan pekarangan dan lahan marjinal. Ketiga, memperkuat cadangan
pangan dan sistem logistik melalui pengembangan cadangan pangan di
tingkat provinsi dan masyarakat dan meningkatkan sistem logistik
pangan nasional untuk stabilisasi pasokan dan harga.
“Keempat, pengembangan pertanian modern melalui promosi mekanisasi
pertanian, smart farming, pemanfaatan screen house, food estate dan
korporasi petani,” tegasnya.
“Indonesia juga terus mendorong pemanfaatan teknologi digital dan
inovasi sebagai komponen penting dalam mewujudkan sistem pangan
berkelanjutan, inklusif dan tangguh, di tengah goncangan akibat
pandemi Covid-19,” sambung SYL.
SYL pun menegaskan seluruh upaya tersebut telah menghasilkan
peningkatan pertumbuhan PDB sektor pertanian sekitar 2,19%
dibandingkan tahun sebelumnya (year-on-year). Kuartal ini juga
menunjukkan capaian pertumbuhan sektor pertanian hingga 16,24%
dibandingkan kuartal sebelumnya.
“Maka dari itu, dalam pertemuan ini, saya mengajak seluruh Menteri
Pertanian G20 dan Organisasi Internasional untuk berkolaborasi dalam
penanganan dampak pandemi covid-19 terhadap sistem pangan global. Kami
siap berbagi pengalaman untuk berkontribusi dalam pencapaian
target-target SDGs (global pembangunan pertanian berkelanjutan,-red),”
tutupnya.