Indoagribiz – Pemerintah telah menetapkan target Indonesia menjadi Lumbung Pangan Dunia 2045. Grand Design swasembada pangan untuk komoditas strategis telah ditetapkan. Mulai dari beras di tahun 2016 hingga daging sapi di 2026. Sedangkan untuk tahun ini atau tahun 2017 ditargetkan jagung mampu berkuasa di negeri sendiri.

Patut diakui, pertanian Indonesia sudah on the track. Target di tahun 2016 telah dilampaui. Beras mampu swasembada setelah terjadi 32 tahun tidak pernah terjadi. Selain itu, bawang merah dan cabai pun mengikuti di tahun yang sama. Capaian yang selama ini merupakan hasil kerja keras dan kerjasama semua pihak baik pemerintah maupun masyarakat. Sebelumnya, pemerintah melalui Kementerian Pertanian mengajak golongan muda dari luar institusi seperti Gempita (Gerakan Pemuda Tani Indonesia), Fatayat NU, serta Mahasiswa.

Kementerian Pertanian juga membina Sumber Daya Manusia (SDM) muda dari internal untuk mempersiapkan Lumbung Pangan Dunia 2045. Oleh karena itu, Kementerian Pertanian mengadakan Leadership Training 2017 dengan tema “Mempersiapkan Generasi Muda Pertanian Wujudkan Indonesia Lumbung Pangan Dunia 2045” bertempat di Auditorium Gedung F Kantor Pusat Kementerian Pertanian, Senin (17/7). Kementan menjalin kerja sama dengan ESQ Leadership Center dan mengundang Ary Ginanjar Agustian sebagai motivator.

Fokus kegiatan ini untuk membentuk pola pikir bagi generasi pertanian menjadi seorang yang mampu bekerja dengan sekuat tenaga, memberikan yang terbaik bagi masyarakat dan tertanam jiwa kepimpinan dari setiap peserta agar berani dan mampu mencapai target kerja yang dibuat.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman berkesempatan memberikan aralah langsung kepada para pegawainya yang mengikuti acara tersebut. Untuk diketahui para peserta merupakan pegawai yang dipilih dari masing-masing Eselon II dan masuk ke golongan muda atau berumur di bawan 40 tahun.

Dalam arahannya, Mentan Amran berdiskusi langsung dengan beberapa pegawai mudanya tersebut. Amran sempat berdiskusi dengan pejabat pengawas (Eselon IV) dari Ditjen Hortikultura yang berkesempatan mengikuti acara tersebut. Amran sangat mengapresiasi kinerja mereka karena mampu menjaga stabilitas komoditas bawang dan cabai selama Ramadan dan Idul Fitri.“Ïni yang menyelamatkan lebaran, (untuk komoditas) cabai, bawang,” kata Amran dikutip dari laman resmi Kementerian Pertanian, Kamis (20/7).

“Bola dilentingkan, pukul keras-keras, sama dengan kerja, kerja (keras) hasil nya luar biasa, itu 250 juta menikmati harga (bawang dan cabai) stabil, karena bagian dari perjuangan kita, 250 juta tersenyum, Presiden ikut apresiasi, DPR apresiasi, kami sebagai Menteri (mengucapkan) terima kasih,” tambah Amran.

Sebagai bentuk apresiasi, Amran memberikan studi banding ke luar negeri untuk dua orang pejabat pengawas dari Ditjen Hortikultura tersebut. Amran sempat membagikan kiat sukses kepada para peserta yang berjumlah sekitar 600 an pegawai yakni bermoral, disiplin, jujur, berani, bertanggung jawab, keyakinan kuat, kerja keras, serta mengembangkan potensi diri.“Jangan kerja karena ingin bertahan jadi Menteri, itu namanya ganti Tuhan. Jangan kerja karena uang, uangnya jadi Tuhan anda, jangan pindah Tuhan, Allah Tuhan anda, sehingga nikmat yang diterima,” lanjut Amran