Mentan Melepas Ekspor Perdana Pakan Ternak Trytophan Granule ke Asia dan Eropa
Pasuruan — Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo melepas ekspor
perdana produk asam amino untuk pakan ternak berupa Trytophan Granule
sebanyak 327 metrik ton ke tujuh negara di Asia dan Eropa.
Produk dengan nilai mencapai Rp. 22,5 milyar ini berhasil menembus
pasar baru di Vietnam, India, Jerman, Inggris, Polandia, Belanda dan
Perancis.
“Saya mengapresiasi pencapaian dari PT CJ Indonesia, walau di masa
pandemi mampu menembus pasar ekspor baru. Pencapaian yang luar biasa,”
kata Mentan SYL saat melepas ekspor di kantor PT CheilJedang
Indonesia, Pasuruan dikutip dari laman resmi Kementerian Pertanian,
Rabu (4/11).
Sebagai informasi, asam amino adalah bagian terkecil dari struktur
protein. Sebagai bentuk paling kecil dari protein inilah yang dapat
memudahkan penyerapan bahan pangan atau pakan pada mahluk hidup
sehingga menjalankan fungsinya dengan lebih baik.
PT CJI adalah perusahaan bioteknologi bermodal asing dari Korea yang
telah mengawali bisnisnya di Indonesia sejak tahun 1988 dan telah
memiliki enam jaringan bisnis masing-masing bioteknologi, feed dan
livestock, food, logistik dan entertainmen. “Kami sangat berterima
kasih atas dukungan pak Menteri, apalagi feed additive ini masih dalam
kewenangan Kementan.
Harapannya kami dapat memberikan dampak terhadap perekonomian melalui
peningkatan ekspor,” kata Direktur Utama PT CJI, Shin Hee Sung.
Tryptophan granule sendiri merupakan produk baru yang dikembangkan
pihaknya guna menjawab permintaan pasar global khususnya untuk produk
asam amino pakan ternak dan hewan yang lebih kompetitif baik harga dan
ramah lingkungan, imbuh Sung.
Potensi Industri Bioteknologi
Kepala Badan Karantina Pertanian (Barantan), Ali Jamil yang turut
mendampingi Menteri Pertanian bersama dengan Direktur Jendral
Peternakan dan Kesehatan Hewan, Direktur Jendral Perkebunan, Direktur
Jendral Tanaman Pangan serta Direktur Jendral Prasarana dan Sarana
Pertanian menyampaikan bahwa dari  data dari sistem perkarantinaan,
IQFAST,  sepanjang tahun 2020 PT CJI telah rutin melakukan ekspor asam
amino berupa Lyson sulfat. Dengan total 10,632 ribu ton senilai Rp.
133,4 milyar ke 17 negara. “Alhamdulilah ekspornya rutin dan kini
dapat bertambah ragamnya,” kata Jamil.
Pengembangan industri bioteknologi pertanian menjadi perhatian
Kementerian Pertanian, terlebih orientasi dari usaha ini selain dapat
memenuhi kebutuhan domestik, 90% produknya berorientasi ekspor.”Negara
kita dengan tanah yang subur, hujan yang cukup dan memiliki keragaman
hayati yang besar. Menjadikan kita sebagai negara yang paling
potensial dalam pengembangan bioteknologi. Ini yang harus kita dukung
bersama,” pungkas SYL.