Makassar – Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman memberikan arahan pada Rapat Koordinasi Teknis Perbibitan dan Perbenihan Tanaman Perkebunan dan Hortikultura se – Sulawesi di Hotel Clarion Makassar, Senin (31/7). Rakornis yang dihadiri Wakil Gubernur Sulawesi Selatan, Pangdam XIV Hasanuddin, Kapolda Sulawesi Selatan, Bupati se – Sulawesi dan Kepala Dinas Pertanian, Perkebunan dari Propinsi se- Sulawesi.

Mentan dalam arahannya meminta seluruh Gubernur Sulawesi dan Bupati agar benar-benar fokus untuk program khusus tanaman perkebunan dan hortikultura yang digulirkan pemerintah pusat.”Presiden secara khusus menanyakan kepada saya, apa fokus berikutnya setelah pajale, kami memberikan gambaran strategisnya komoditas tanaman rempah dan hortikultura yang selama ini terabaikan terutama tanaman rempah,” kata Mentan dikutip dari laman resmi Kementerian Pertanian, Selasa (1/8).

Lada atau merica dalam 1 hektar bisa menghasilkan dua ratus juta rupiah per tahun, kopi dulu Vietnam belajar dari Indonesia untuk bertanam kopi, sekarang Vietnam menjadi nomor 3 negara penghasil kopi dunia, Indonesia yang menjadi guru nya malah dibawah, pala dan cengkeh dulu yang menarik minat kolonial datang dan menguasai nusantara adalah rempah-rempah.”Indonesia menjadi bagian sejarah dunia karena rempah – rempah untuk itu dalam kurun 5 hingga 10 tahun dari sekarang mari Kerja, Kerja, Kerja. Kita rebut kembali kejayaan negeri ini dengan mengembangkan tanaman rempah dan hortikultura,” ujar Mentan.

Mentan juga memaparkan kondisi pertanian Indonesia yang mendapat apresiasi dari lembaga-lembaga Internasional, bahkan beberapa negara tetangga terkaget-kaget sejak nilai impor pangan.”Indonesia turun drastis seperti beras hingga saat ini tidak ada impor atau nol, jagung dulu setiap tahun kita impor 3,6 juta ton dari Amerika dan Argentina, sekarang kita tidak impor bahkan tahun lalu kita ekspor 250.000 ton ke Philipina, cabai dan bawang sudah tidak impor, bawang putih dalam waktu 2 atau 3 kedepan kita akan swasembada dari tiga target pemerintah, kita malah bisa selesaikan 4 target selesai sebelum 3 tahun kabinet kerja,” tambah dia.

Alokasi 5,5 Triliun anggaran khusus untuk perkebunan dan hortikultura ini. Saya minta para kepala dinas agar bekerja keras setiap kabupaten fokus kan pada satu komoditas apakah lada, kopi atau pala dan pastikan para petani kita dapat mengerjakan usaha kebun rempah yang akan mensejahterakan keluarga petani.”Kita sudah alokasikan 300 Milyar untuk pengembangan tanaman rempah dan hortikultura se Sulawesi ini terlalu kecil, coba dicari kembali daerah potensi dan petani kita pungka,” kata Mentan.

Kapolda Sulawesi Selatan Irjen Pol. Muktiono dalam laporannya mengatakan bahwa Kepolisian sesuai perintah Kapolri tidak akan kompromi terhadap oknum-oknum yang mengacaukan serta mengambil keuntungan yang tidak wajar dari petani, sedang Pangdam XIV Hasanuddin mengapresiasi jajaran Kodim, Babinsa dan Bupati serta kepala dinas di Kab. Sidrap yang menempati urutan terbaik Kabupaten se – Sulawesi dalam peningkatan produksi melalui luas tambah tanam dan serap gabah.