Indoagribiz.com. Kementerian Pertanian (Kementan) mulai memfokuskan pengembangan potensi hortikultura, khususnya buah-buahan dari tanah air.

Dalam rangka menyambut hari kemerdekaan Indonesia ke-72, Kementerian Pertanian melaksanakan kegiatan “Aku Cinta Buah Nusantara” dengan agenda senam pagi bersama dan makan buah bersama pengunjung Car Free Day di Sarinah, Thamrin.

Dalam kegiatan tersebut, Kementerian Pertanian membagikan secara gratis buah lokal sebanyak ribuan kilogram kepada para pengunjung CFD di Thamrin. Buah yang dibagikan sendiri diantaranya jeruk, pisang, belimbing, salak, jambu air, buah naga, duku, mangga, jambu kristal, nanas dan lain-lain.

“Kami himbau kepada seluruh masyarakat Indonesia agar mencintai buah lokal, buah produksi kita sendiri. Sekarang ini buah kita kwalitasnya tidak kalah dengan negara lain,” imbau Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dalam kegiatan tersebut, pada Rabu (16/8).

Tidak dipungkiri, keunggulan kekayaan alam nusantara membawa berkah tersendiri bagi Indonesia. Berbagai macam buah mampu tumbuh subur di tanah Indonesia.

Untuk mendukung pengembangan hortikultura, Kementerian Pertanian memberikan dukungan berupa bantuan bibit dan pupuk gratis kepada para petani. “Perintah Bapak Presiden meminta kami agar memberikan bibit gratis kepada seluruh petani-petani Indonesia dan itu nilainya Rp 5,5 triliun, itu akan kita bagkan gratis,” tambah dia.

Dua raksasa

Pemanfaatan beberapa jenis lahan yang kurang optimal pun nantinya menjadi bidikan selanjutnya pemerintah. Menurut Mentan Amran, ada dua raksasa yang harus dibangunkan di Indonesia. Raksasa pertama adalah swampland (daerah rawa) lahan pasang surut, itu ada 21 juta hektare, yang potensi ada 10 juta hektare.

Raksasa kedua, rain fat land, (tanah tadah hujan). Tanah ini hanya tanam satu kali kali setiap tahun, karena ketergantungan dengan hujan. “Hal ini bisa kita tanam tiga kali dengan catatan kita membangun rain water harvesting system,” ungkapnya.

Untuk mendorong hal tersebut, Kementerian Pertanian telah bekerja sama dengan Kementerian Desa dan PDTT untuk membangun 30.000 embung yang nantinya akan mengairi sekitar 4 juta hektar lahan.

Menteri Amran juga sempat menyinggung mengenai rempah-rempah Indonesia. Pemerintah bertekad ingin mengembalikan kejayaan rempah-rempah nusantara seperti di tahun 1500-an. Amran mengingatkan bahwa di era tersebut ada yang mengatakan siapa yang menguasai rempah-rempah, itu akan menguasai dunia.

Nantinya, pengembangan pertanian Indonesia akan berdasarkan keunggulan komparatif di masing-masing wilayah. “Kita (membangun) berdasarkan keunggulan wilayah itu, seperti kopi di Aceh, kemudian rempah-rempah cengkeh, pala di Banda,” tambah dia.

Sementara iru Menteri Amran juga memohon kepada kementerian lain, seluruh pegawai Indonesia agar menyuguhkan buah lokal untuk jamuan kepada tamu yang pada intinya adalah mengkonsumsi produk dalam negeri. (MOH)

Sumber foto : laman resmi Kementerian Pertanian