Menko Maritim LBP & Mentan SYL Garap Food Estate di Humbang Hasundutan
Jakarta – Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo bersama
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar
Pandjaitan menggelar pertemuan dalam rangka menindaklanjuti Lumbung
Pangan melalui Super Prioritas Program Pertanian (SP3) di lahan khusus
berkualifikasi tinggi dengan komoditas tertentu.
“Sesuai petunjuk Bapak Presiden dan kepada Pak Menko, saya sebagai
menteri teknis di bidang pertanian membuat langkah, atas koordinasi di
bawah Pak Menko, ini menjadi SP3. Super Prioritas Program Pertanian
dan itu ditujukan pada lahan lahan khusus yang berkualifikasi tinggi
untuk sebuah komoditas, dan yang berkualitas tinggi.” Sebut SYL usai
ditemui Menko Maritim di ruang kerja Menteri Pertanian, di Ragunan
Jakarta Selatan, dikutip dari laman resmi Kementerian Pertanian, Kamis
(2/7).
Pada pertemuan tersebut, Kabupaten Humbang Hasundutan dipilih sebagai
percontohan karena berpotensial untuk dikembangkannya beberapa
komoditas terpilih dengan menggunakan sumber daya dan sistem pertanian
yang terbarukan.
“Bawang (putih) itu harganya mahal, kentang itu harganya mahal, bawang
merah itu harganya mahal, lahan kualitasnya bagus, dan kualitas
komoditasnya bagus, oleh karena itu intervensi yang dilakukan di sana
adalah dengan hi-tech,” jelas Mentan.
Sementara Menko Maritim Luhut Binsar Pandjaitan menyatakan dukungannya
pada program SP3 yang digagas oleh Mentan SYL sebagai plot awal model
bagi percontohan pertanian di daerah yang lainnya.
“Saya hanya mengusulkan supaya ada tanah-tanah yang di ketinggian,
yang subur bisa dibuat satu pertanian yang mekanis. Itu bisa jadi
model nanti di tempat-tempat lain. Dan ternyata tanah itu ada di
kabupaten Humbang Hasundutan. Tanah yang subur dan pak menteri baru
dari sana,” ungkap Menko Luhut Binsar.
Dari lahan khusus tersebut, diharapkann pengembangan komoditas lainnya
dapat berhasil dibudidayakan tidak hanya terbatas kepada tiga
komoditas yang disebutkan di atas. Menko Luhut Binsar menaruh harapan
pengembangan komoditas pertanian serta yang lainnya itu pada Badan
Litbang Kementerian Pertanian.
“Hasil Litbang Pak Menteri (Mentan) itu jago-jago. Nah pikiran kita
tadi, bisa direkayasa sama ahli-ahli kita, bikin durian yang bagus,
jeruk yang besarnya seragam dan manis dan itu tentu ditopang oleh
riset dan teknologi untuk menghasilkanya,” tambahnya.
Sumber foto : laman resmi Kementerian Pertanian