Mentan Cek Stok Jagung di Pabrik Pakan

Serang (Indoagribiz)—-Kementerian Pertanian (Kementan)  memastikan ketersediaan jagung nasional,  khususnya untuk pakan ternak dalam posisi aman. Demikian dikatakan, Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL), saat berkunjung ke pabrik pakan ternak (feedmill) milik PT. Japfa Comfeed Indonesia di Serang, Banten, (27/9).

“Atas perintah Bapak Presiden, kami diminta untuk melakukan validasi fakta dan cek data di lapangan. Pak Presiden minta tidak hanya data tapi bagaimana fakta yang ada di lapangan, oleh karena itu saya bersama eselon 1 dan 2 Kementan lakukan validasi, salah satunya hari ini di pabrik pakan terbesar di Indonesia yaitu Japfa,” kata SYL, dalam siaran persnya, di Jakarta, Selasa (28/9).

Menurut SYL, di pabrik yang mampu menampung stok kurang lebih 850.000 ton pakan ternak tersebut, pihaknya terus menggenjot produksi jagung untuk mencukupi kebutuhan pakan ternak secara nasional.  SYL juga meminta agar semua pihak termasuk perusahaan pakan untuk melakukan penyerapan jagung dari petani lokal secara maksimal.

“Berdasarkan penjelasan dari Direksi tidak ada masalah terkait pasokan jagung, tentu ada dinamika yang terjadi dilapangan dan memberi pengaruh pada aspek distribusi dan lainnya secara nasional, tetapi secara faktual, secara nyata kondisi jagung kita cukup normal, disini minimal menerima 200 truk setiap hari dan itu diambil lebih banyak dari luar Jawa,” paparnya.

Hal senada juga diungkapkan Assistant Vice President PT. Japfa Comfeed Indonesia yang juga Ketua Gabungan Perusahaan Makanan Ternak (GPMT) Johan. Bahkan, Johan menyatakan ketersediaan jagung untuk pakan ternak dalam kondisi cukup.“Kondisi sekarang kami punya stok hingga 17.000 ton di unit pabrik pakan kami di Cikande. Sumber jagung kami dari luar Pulau Jawa, seperti Lampung, Sulawesi (Makassar dan Gorontalo) dan NTB (Sumbawa & Dompu), untuk mencukupi kebutuhan jagung pakan ternak hingga saat ini, kami terus melakukan penyerapan jagung petani di wilayah – wilayah sentra produksi agar stock jagung kami bisa mencukupi kebutuhan produksi pakan ternak hingga datangnya masa panen berikutnya,” kata Johan.

Berdasarkan pantauan yang dilakukan Badan Ketahanan Pangan (BKP), stok jagung nasional pada minggu IV (20 September 2021) mencapai 2,75 juta ton. Stok tersebut tersebar, dengan rincian 856.897 ton (31%) berada di pabrik pakan; 744.250 ton (27%) di pengepul; 423.502 ton (15%) di agen; 288.305 ton (11%) di pengecer; 276.300 ton (10%) di usaha lain atau pakan mandiri; dan sisanya 6% berada di industri pangan, rumah tangga, dan lain-lain.

Kementan, lanjut SYL menjamin stok tersebut akan diperkuat dengan masa panen yang akan berlangsung dari September hingga Oktober 2021. Hal itu dikarenakan,  banyak wilayah sentra jagung yang memasuki masa panen dalam beberapa waktu dekat.

“Besok, hari Rabu (29/9) saya akan lakukan panen raya jagung dibanyak titik secara serempak seluruh Indonesia. Panen ini sekaligus menjadi bukti bahwa produktivitas jagung kita cukup baik, artinya kondisi jagung kita dalam range dan dinamika yang bisa dikendalikan,” pungkas SYL. (ind)

Sumber Foto. Dok: Humas Kementan